DetikNews
Rabu 12 Juni 2019, 22:05 WIB

Ini Penyebab Bus Tabrak Pikap yang Tewaskan 1 TNI dan 2 Warga di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ini Penyebab Bus Tabrak Pikap yang Tewaskan 1 TNI dan 2 Warga di Jombang Pikap terbalik usai tertabrak bus dari belakang/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Bus Harapan Jaya menabrak pikap di jalur arteri Jombang hingga menewaskan seorang TNI AL dan 2 warga. Sopir bus dianggap lalai sehingga dijadikan tersangka.

Kasatlantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana mengatakan, kecelakaan maut di jalur arteri Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo sore tadi terjadi karena kesalahan sopir bus Harapan Jaya nopol AG 7391 US.

Menurutnya, sopir bus Bambang Budianto (50), warga Jalan Tosaren II, Kecamatan Tosaren, Kota Kediri tak menjaga jarak aman saat berusaha mendahului pikap di depannya.

"Sehingga saat mendahului, sisi kiri depan bus menabrak belakang pikap. Pikapnya nabrak pejalan kaki, lalu terguling di warung itu," kata Inggal saat dihubungi detikcom, Rabu (12/6/2019).

Inggal menjelaskan, bus yang ditumpangi 20-25 orang itu melaju dari arah Jombang menuju ke Nganjuk. Saat itu, sopir bus memacu kendaraan dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam. Sopir berusaha menyalip pikap tanpa muatan nopol AE 8832 YA yang melaju searah di depan bus.


"Kecepatan 60-70 kilometer per jam itu kalau di jalur arteri tergolong tinggi. Sopir tidak mengantuk atau mabuk, hanya terlalu dekat saja jaraknya saat mendahului pikap," terangnya.

Saat ini sopir bus menjalani pemeriksaan di kantor Satlantas Polres Jombang. Mobil pikap yang terbalik di teras rumah makan maupun Bus Harapan Jaya yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi.

"Sopir bus saat ini kami tahan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan ini," kata Inggal.

Akibat kesalahannya, ia dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) UU RI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," terang Inggal.

Semula pikap yang dikemudikan Bambang Purbudianto.(56), asal Dusun Krajan, Desa Sumberreji, Kecamatan Sudimoro, Pacitan melaju dari timur ke barat, atau dari arah Jombang kota menuju ke Nganjuk di Jalan Nasional Surabaya-Madiun.


Di kursi penumpang terdapat 2 anggota TNI AL. Yaitu Serda Jarni (41), asal Sukomoro, Nganjuk dan Koptu Edi Susanto (46), asal Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang, Nganjuk.

Sampai di lokasi kecelakaan Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang sekitar pukul 16.30 WIB, pikap ditabrak dari belakang oleh Bus Harapan Jaya nopol AG 7391 US. Pikap pun oleng ke kiri menabrak warga, lalu terguling di teras rumah makan Pecel Lele Pak Ahmad.

Kecelakaan ini menewaskan Subandia (45), kakak pemilik rumah makan asal Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis. Korban dihantam pikap saat sedang menyiram halaman depan rumah makan.

Dua korban tewas lainnya yaitu sopir pikap Bambang Purbudianto dan penumpang pikap Serda Jarni. Sementara Koptu Edi yang juga menumpang pikap, kini menjalani perawatan di RSUD Jombang karena terluka.

"Saat itu mungkin kedua anggota TNI AL menumpang pikap untuk pulang ke Nganjuk," pungkas Inggal.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed