DetikNews
Rabu 12 Juni 2019, 19:15 WIB

Hiu Tutul Warnai Tradisi Praonan Sambut Lebaran Ketupat di Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Hiu Tutul Warnai Tradisi Praonan Sambut Lebaran Ketupat di Pasuruan Warga Pasuruan yang ikut tradisi Praonan (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Ribuan warga Pasuruan menggelar tradisi Praonan di laut untuk merayakan Hari Raya Ketupat atau pada hari ke-7 Idul Fitri. Praonan tahun ini semakin istimewa karena bertepatan dengan datangnya kawanan hiu tutul di Perairan Pasuruan.

Ada 9 simpul tempat berkumpulnya warga. Di setiap titik puluhan nelayan sudah menyiapkan perahu untuk disewa.

Titik kumpul warga antara lain di Desa Gerongan, Desa Semare, Desa Kalirejo Kecamatan Kraton. Kemudian di Desa Wates, Desa Jatirejo, Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok. Lalu di Desa Nguling Kecamatan Nguling. Selain di wilayah kabupaten tradisi serupa juga digelar di Pelabuhan Kota Pasuruan.

Sejak pagi hari hingga petang, ribuan warga silih berganti datang ke pesisir. Mereka menyewa perahu secara berkelompok untuk berkeliling di laut.


Tradisi Praonan tahun ini semakin menyedot perhatian warga karena adanya kawanan hiu tutul yang datang ke perairan dangkal Pasuruan. Namun dari ribuan warga yang berkeliling dengan perahu tak semua beruntung bisa menyaksikan ikan raksasa itu.

detikcom yang berkeliling dengan puluhan warga pada pukul 13.30 WIB, termasuk rombongan yang beruntung. Selain bisa berkeliling selama 30 menit di laut sambil menyaksikan hilir mudik perahu nelayan serta puluhan bajang, juga bertemu dengan hiu tutul. Dua hiu tutul berukuran 6-7 meter mendekati perahu saat akan balik ke pantai.

Keberadaan ikan pemakan plankton ini membuat seiisi perahu heboh. Beberapa orang takut, namun sebagian besar tampak senang karena sudah memahami satwa ini tak berbahaya. Mereka mengambil posisi terbaik untuk mengabadikan hiu dengan kamera ponsel.

"Luar biasa. Baru kali ini bisa melihat langsung hiu tutul dari dekat. Seru banget karena satu ekor tadi seperti menabrak perahu tapi begitu dekat menyelam di bawah perahu," kata Putri Vela Amelia (20), warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (12/6/2019).

Putri mengaku beruntung karena bisa Pronan sekaligus melihat hiu. "Beruntung banget," tukasnya.

Huda, warga Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, juga tampak antusias bisa melihat hiu. "Sebenarnya dulu pernah lihat, anak saya ini yang baru kali ini lihat," terangnya.


Sayangnya, momen bertemu hiu tutul tak lama. Satwa tersebut menjauh dan hilang dari pandangan. Perahu yang membawa kami juga harus menuju pelabuhan menjemput warga lainnya.

"Alhamdulillah dari tahun ke tahun Praonan semakin ramai. Saya sejak pagi sudah 4 kali ngantar rombongan," terang Subhan, pemilik perahu yang disewakan.

Subhan mengatakan, sehari ia bisa mengantongi Rp 2 juta dari jasa penyewaan perahu. "Ini rejeki tahunan. Ada puluhan perahu yang disewakan saat hari raya ketupat," terangnya.

Selain Praonan, warga sekitar juga menggelar Petik Laut, lomba perahu hias, hiburan orkes melayu hingga ski lumpur (skilot). Sampai pukul 17.00 WIB, masih banyak warga yang berkeliling di laut dan memenuhi pelabuhan. Petugas dari Sat Polair juga terus berpatroli mengamankan jalannya tradisi Praonan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed