DetikNews
Rabu 12 Juni 2019, 17:45 WIB

Balai Besar Karantina Pertanian Genjot Pasar Ekspor Jatim, Ini Langkahnya

Amir Baihaqi - detikNews
Balai Besar Karantina Pertanian Genjot Pasar Ekspor Jatim, Ini Langkahnya Balai Besar Karantina Pertanian Genjot Pasar Ekspor Jatim/Foto: Amir Baihaqi
Sidoarjo - Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian terus menggenjot pasar ekspor komoditas hasil pertanian dan perkebunan. Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan percepatan ekspor terutama komoditas unggulan di Jawa Timur.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil mengatakan saat ini pihaknya akan mengirim total 18 komoditas pertanian dari 18 eksportir. Salah satunya yakni kopi dengan total pengiriman 7 kontainer atau setara dengan 134 ton ke negara Georgia senilai Rp 134 miliar.

"Kami mendorong akses pasar ekspor baru. lni bagian dari upaya strategis Barantan dalam meningkatkan dan percepatan ekspor komoditas pertanian," kata Ali Jamil sesusai melepas ekspor kopi di kantor Balai Besar Karantina Pertanian Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Rabu (12/6/2019).

Menurut Jamil, pihaknya juga telah menyiapkan empat upaya strategis lainnya yang dilakukan guna mendorong ekspor yakni pertama dengan meningkatkan jumlah Eksportir terutama di kalangan Generasi Millenial Bangsa. Kedua dengan meningkatkan diversifikasi atau keberagaman komoditas/produk dengan minimal produk setengah jadi.

"Contohnya seperti kalajengking kering, komoditas unik asal Jawa Timur yang sudah tembus pasar ekspor di Korea Selatan. Sepanjang 2019 sudah terkirim 150 kg dengan nilai ekonomi Rp 3,75 miliar, atau pucuk kapri ke Taiwan dan masih banyak emerging product atau komoditas baru dengan peluang ekspor yang besar, ujar Jamil.

Langkah ketiga, lanjut Jamil, pihaknya juga akan meningkatkan frekwensi pengiriman komoditas pertanian dan terakhir dengan meningkatkan volume komoditas. Sebab selama ini, dalam membuka akses pasar baru, pihak karantina telah pertanian melakukan harmonisasi aturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor baru.

"lni sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian, untuk cari terobosan ekspor dan akses pasar komoditas pertanian," terang Jamil.


Dari empat langkah tersebut, lanjut ia, pasar ekspor di Jawa Timur telah mengalami peningkatan sebanyak 5 persen. Jumlah itu berbanding lurus dengan munculnya banyak eksportir baru.

"Jumlah eksportir sebanyak 338 baik perusahaan maupun perorangan, pelaku eksportir di Jawa Timur berjumlah 1.234 perusahaan, meningkat sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya," terangnya.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi menjelaskan berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan diwilayah kerjanya rata-rata sertifikasi ekspor untuk komoditas tumbuhan sebanyak 120 kali per hari. Sedangkan untuk komoditas hewan sebanyak 24 kali per hari.

"Dalam sehari sertifikasi ekspor komoditas tumbuhan mencapai 120 kali perhari. Untuk hewan sebanyak 24 kali perharinya," terang Fauzi.

Sedangkan untuk potensi komoditas pertanian unggulan, lanjut Fauzi, telah mampu menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) cukup signifikan. Dalam kurun waktu periode Januari Mei 2019 tercatat nilai ekspor asal produk hewan Rp 4,8 triliun yang berasal dari 19.064 ekor dan 3.803,5 ton. Sememtara nilai ekspor untuk produk asal tumbuhan sebesar Rp 14 Triliun.

"Nilai ekspor pada 10 11 Juni 2019 mencapai Rp 111,92 miliar. Dimana ekspor 10 Juni 2019 sebesar Rp 41, 37 miliar yang berasal dari komoditas hewan menyumbang Rp 5.17 miliar dan tumbuhan Rp. 36.2 miliar dan 11Juni mencapai Rp. 70,55 miliar yang berasal dari komoditas hewan Rp. 7,25 miliar dan tumbuhan Rp. 63,33 miliar," pungkas Fauzi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed