DetikNews
Rabu 12 Juni 2019, 17:20 WIB

Komoditas Pertanian Berbahaya Senilai Rp 286 Juta Dimusnahkan

Amir Baihaqi - detikNews
Komoditas Pertanian Berbahaya Senilai Rp 286 Juta Dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Musnahkan Komoditas Berbahaya/Foto: Amir Baihaqi
Sidoarjo - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya memusnahkan komoditas pertanian atau media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Total seluruh komoditas yang dimusnahkan senilai Rp 286 juta.

"Pemusnahan ini terpaksa dilakukan karena telah melanggar sebagaimana yang diatur pada Pasal 5 dan 6 UU 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. selain untuk memberikan efek jera kepada pelaku, juga untuk menegakan hukum dan kewibawaan pemerintah," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Menurut Ali, seluruh komoditas HPHK dan OPTK yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan mulai bulan Januari sampai Mei dari tiga wilayah kerja masing-masing. Meliputi pengiriman jasa kantor pos, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Bandara Juanda.

"Pengiriman di Kantor Pos Kediri berupa benih seperti tanaman hias, buah dan sayuran, bunga potong, kurma, jamur, wijen dan sebagainya. Sejumlah lebih dari 105 kg dari 66 kali pengiriman ilegal yang berasal dari 12 negara Malaysia, Hongkong, Qatar, Taiwan, Korea, Singapura, Oman, Arab Saudi, Bahrain, Thailand, Perancis, dan Algeria senilai Rp 27 juta," terang Ali.


"Pelabuhan Tanjung Perak berupa 2.640 ekor burung dan 1 ekor ular melalui 8 kali pemasukan senilai Iebih dari Rp 153 juta dari masing-masing eksportir untuk komoditas asal tumbuhan berjumlah 896 yang 26 perusahaan di antaranya sudah menerapkan sistem online inspection," imbuhnya.

"Sedangkan Bandara Internasional Juanda berupa burung 141 ekor, ular 13 ekor dan geko 1 ekor melalui 4 kali pengiriman senilai Iebih dari 106 juta rupiah. Komoditas tersebut berasal dari Malaysia, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat," tambah Ali.

Menurut Ali, pihaknya sebelumnya telah melakukan sejumlah pemusnahan media pembawa OPTK yakni masing-masing pada bulan Maret, April dan Mei. Pemusnahan dilakukan karena diketahui organisme tersebut terindikasi positif membawa golongan I bakteri seperti pseudomonas syringae.

"Kita pasti memusnahkan jika ada temuan media pembawa OPTK. Terlebih lagi media tersebut membawa bakteri yang belum ada di negara kita. Karena itu sudah menjadi mandat kita," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed