DetikNews
Senin 27 Mei 2019, 14:11 WIB

Polisi Sita HT dari Rumah Satu Pelaku Pembakar Polsek di Sampang

Hilda Meilisa - detikNews
Polisi Sita HT dari Rumah Satu Pelaku Pembakar Polsek di Sampang Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Polisi menemukan beberapa alat komunikasi handy talky (HT) saat menggeledah salah satu rumah pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura. Hingga kini, masih diselidiki untuk apa penggunaan HT tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan dari model hingga merek HTnya menggunakan jenis yang sama dengan yang biasa digunakan aparat Polri.

"Alat komunikasi masih dalami. Ini ada Motorola yang biasa digunakan Polri berarti ini ada repeater. Nanti kami akan dalami. Ada banyak HT atau alat komunikasi ada aturan main penggunaan alat komunikasi. Ini masih kita dalami," kata Luki saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (27/5/2019).


Namun, saat ditanya apa HT tersebut digunakan pelaku untuk berkomunikasi dan merencanakan pembakaran, Luki mengaku masih mengembangkan. Pasalnya di Mapolres Tambelangan, ada barang-barang yang hilang.

Selain itu, barang-barang ini disebut hilang karena tidak ada bekas pembakaran. Namun murni hilang tanpa jejak. Luki mengatakan barang yang hilang tersebut tak hanya HT, tapi ada pula laptop yang hilang.

Barang bukti HP yang diamankan dari rumah pelaku/Barang bukti HP yang diamankan dari rumah pelaku/ Foto: Hilda Meilisa Rinanda

"Juga mungkin kami kembangkan lagi karena dari mapolsek tersebut ada barang-barang yang hilang. Alat komunikasi, kami masih dalami karena di situ alat chargenya terbakar dan HT-nya tidak ada. Laptop juga tidak ada," lanjutnya.


Tak hanya itu, saat rilis di Polda Jatim, polisi juga menampilkan beberapa barang bukti. Misalnya saja puluhan bom molotov yang belum sempat digunakan, senjata tajam seperti clurit hingga HT.

Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura dibakar sejumlah massa. Pembakaran terjadi, Rabu (22/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan.

Massa selanjutnya melempari mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran dengan melempar bom molotov.
(fat/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed