DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 22:22 WIB

Polisi dan Santri di Kota Kediri Bersatu dalam Kembulan Nasi Liwet

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Polisi dan Santri di Kota Kediri Bersatu dalam Kembulan Nasi Liwet Santri dan polisi makan nasi liwet kembulan (Foto: Istimewa)
Kediri - Santri dan ulama Kediri menggelar acara makan nasi kembul bersama di Bulan Ramadhan. Acara ini digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus dukungan ulama dan santri terhadap kinerja polisi dalam melaksanakan tugasnya.

Polres Kediri Kota bersilaturahmi ke Ponpes Salafiyah Bandar Kidul Kota Kediri. Dalam silaturahminya, polisi juga melakukan imbauan kamtibmas. Namun usai tarawih, polisi diajak bersantap malam dengan tradisi makan nasi liwet kembul bersama yang biasa dilakukan di Pondok Pesantren tradisional Kediri ini.

Nasi liwet kembul, nasi putih, lauk sayur nangka muda, tahu, tempe dan ayam goreng yang dikemas sederhana di atas daun pisang dimakan bersama polisi dengan santri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi bersama pejabat utama Polresta Kediri kaget dan merasa terhormat diajak santap malam kembulan tersebut.


"Alhamdulillah, ini menjadi suatu keehormatan bagi kami abdi negara di sela tugas harian menjaga kondisi kamtibmas Kota Kediri, kita diajak makan tradisi santri Nasi Liwet kembul. Padahal, tadinya hanya berniat silaturahmi dan memberi pesan kamtibmas usai Pemilu," jelas Anthon. (25/5/2019).

Sementara itu bagi KH. Abu Bakar Abdul Jalil, atau yang akrab disapa Gus Ab ini, kegiatan makan bersama secara tradisi anak santri pondok ini merupakan salah satu cara kalangan ulama dan santri bersyukur kepada Allah SWT.

"Ini wujud kami berterima kasih kepada Polisi, TNI dan berkah Allah SWT, karena meskipun Proses Pemilu damai, namun kemarin sempat ada sedikit bentrok, namun semoga segalanya dapat berjalan aman damai kembali," ucap Gus Ab.


Sementara itu ditanya soal tradisi makan nasi liwet kembul yang biasa dilakoni anak santri, Gus Ab menganggap bahwa dengan makan nasi liwet kembul, kebersamaan, saling menjaga, gotong royong dan handarbeni (merasa saling memiliki) dapat selalu terjaga, oleh karena itulah para santri mengajak polisi makan bersama sebagai wujud saling memiliki dan menjaga kebersamaan bangsa Indonesia.

"dengan makan nasi liwet kembul, kebersamaan, saling menjaga, gotong royong dan handarbeni (merasa saling memiliki) dapat selalu terjaga, oleh karena itulah para santri mengajak polisi makan bersama sebagai wujud saling memiliki dan menjaga kebersamaan bangsa Indonesia," pungkas Gus Ab.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed