DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 18:23 WIB

Ancaman Blokir Tol Berbuah Perbaikan Jalan Rusak di Nganjuk

Sugeng Harianto - detikNews
Ancaman Blokir Tol Berbuah Perbaikan Jalan Rusak di Nganjuk Jalan rusak yang diperbaiki (Foto: Sugeng Harianto)
Nganjuk - Lebih dari 300 Km jalan rusak di Nganjuk akibat terdampak proyek tol mulai ada titik terang. Pihak Jasa Marga telah sepakat memperbaiki dengan cara mencicil atau bertahap atas jalan rusak di Kabupaten Nganjuk.

"Atas hasil rapat beberapa waktu lalu antar dinas PU Pemkab Nganjuk dan pihak PPK jalan tol, bahwa ada kesepakatan perbaikan bertahap," terang Wakil Bupati Nganjuk Marhean Djunaedi saat dihubungi detikcom Sabtu (25/5/2019).

Pengerjaan bertahap 13 titik jalan rusak itu, kata Marhean, dilakukan setelah ancaman blokir jalan tol oleh warga. Perbaikan jalan akan dilakukan dengan prioritas utama yakni jalan nasional dan Kabupaten yang akan dilalui pemudik lebaran 2019.


"Yang disetujui baru 13 titik dulu untuk diperbaiki, dari 41 titik kerusakan sekitar 300 Km. Sisanya nanti bertahap. Sisa 28 titik jalan rusak imbas proyek tol nanti nya akan dikerjakan usai lebaran mendatang," katanya.

Sementara itu pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas tol Ngawi Kertosono mengakui akan memperbaiki jalan rusak akibat proyek tol Nganjuk. Perbaikan jalan sudah dalam pengerjaan dan dipastikan bisa digunakan untuk pemudik.

"Betul kemarin sudah ada kesepakatan untuk perbaikan 13 titik ruas jalan rusak," ujar salah satu PPK ruas tol Ngawi Kertosono, Gunardi saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/5/2019).

Sebelumnya warga mengancam akan melakukan aksi blokir Trans Jawa yang melintas di Nganjuk, jika jalan-jalan rusak tersebut tidak segera diperbaiki pemerintah pusat.

Aksi blokir jalan bebas hambatan itu akan dilakukan warga jika Kementerian PUPR tidak segera memperbaiki jalan yang terdampak tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Nganjuk Marhean Djunaedi kepada wartawan di kantornya.


"Banyak keluhan warga saya. Intinya ndak mau tahu siapa kontraktornya, kita minta pemerintah pusat harus memfasilitasi ikut membangun jalan di Nganjuk yang rusak akibat jalan tol," kata Wabup Marhean kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/5/2019).

Marhean menambahkan jalan yang rusak terdiri dari jalan provinsi, jalan kabupaten, kecamatan serta jalan desa. Dari 300 Km jalan yang rusak tersebar di 41 titik di Nganjuk.

Setiap titik jalan rusak panjangnya antara 10 hingga 15 KM. Warga bersama Pemkab Nganjuk menargetkan, pemerintah pusat harus sudah menyelesaikan perbaikan jalan pada akhir 2019.

Dari data yang dihimpun detikcom, beberapa titik kerusakan jalan di Nganjuk akibat proyek tol yakni jalan depan RSI, Jalan Nglengkengong-Sukomoro, Jalan Sawahan-Wilangan serta Jalan Ring Road Nganjuk. Sementara tol yang akan diblokir jika pemerintah pusat tidak memenuhi tuntutan, yakni Tol Ngawi-Kertosono yang melewati Nganjuk.


Tonton video GT Cikarut Resmi Pindah, Ini Tarif Terbarunya!:

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed