DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 09:45 WIB

Nikmatnya Es Serbat Krai Khas Banyuwangi, Pas Hilangkan Dahaga Saat Berbuka

Ardian Fanani - detikNews
Nikmatnya Es Serbat Krai Khas Banyuwangi, Pas Hilangkan Dahaga Saat Berbuka Es serbat krai (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Bulan Ramadhan menginjak hari ke-20. Namun kuliner khas Ramadhan selalu menjadi hal yang wajib ada dan dinikmati. Salah satunya adalah minuman dingin saat akan berbuka puasa.

Di Banyuwangi ada es serbat yang terbuat dari bahan buah Krai, buah khas Banyuwangi yang hanya ada saat bulan Ramadhan.

Buah ini selalu dijajakan di pinggir jalan oleh pedagang di sepanjang jalan protokol Kota Banyuwangi. Bentuk buah krai mirip dengan timun suri namun dengan daging buah yang berwarna oranye cerah. Warna kulitnya cenderung kuning dengan sulur kehijauan.

Buah ini rasanya hampir sama dengan buah blewah, namun tekstur daging buahnya lebih lembut. Aroma buah yang masak juga jauh lebih harum dibanding blewah. Jika dipegang, buah ini dingin seperti baru dikeluarkan dari lemari es. Masyarakat Banyuwangi hanya mengolahnya untuk menjadi minuman dingin.

Caranya, buah ini dibelah menjadi dua. Kemudian biji yang berada di tengah buah dibuang. Sementara daging buah yang tebal diserut hingga menjadi serutan kecil. Serutan daging buah krai kemudian dicampur dengan sirup manis sesuai dengan selera rasa.

Jika waktu minumnya masih jauh dari buka puasa, minuman ini bisa dimasukkan dalam kulkas selama beberapa jam atau langsung tambahkan es batu, es buah krai pun siap dihidangkan.


Buah krai yang hanya ada selama RamadhanBuah krai yang hanya ada selama Ramadhan (Foto: Ardian Fanani)


"Biasanya saya mencampur sirup rasa coco pandan atau rasa melon. Minuman ini paling sering dijual oleh pedagang takjil di Banyuwangi," ujar Maureen, salah satu pedagang Es Serbat, kepada detikcom, Sabtu (25/5/2019).

Maureen mengaku menjual satu gelas es serbat seharga Rp 5 ribu. Dagangannya selalu laris saat Ramadhan tiba. Setiap sore menjelang buka puasa, lapaknya selalu diserbu oleh pembeli baik tua maupun muda.

"Kalau tidak Ramadhan ya jual mie sama nasi goreng. Kalau tiba Ramadhan ya jual ini," tambahnya.

Perhari, kata Maureen, rata-rata dirinya bisa menjual sekitar 20 gelas. Jika pun masih sisa, minuman ini juga disajikan untuk keluarga yang berpuasa. "Lumayan untuk menambah uang untuk masak di Lebaran nanti," pungkasnya.

Sementara itu, Balkis, salah satu pembeli es serbat krai mengaku setiap hari membeli minuman khas Ramadhan ini. Selain harganya murah, es serbat krai ini sangat menyegarkan untuk buka puasa.

"Rasanya segar. Selain murah ini minuman khas Banyuwangi," pungkasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed