DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 03:21 WIB

Hindari Titik Macet di Jalur Mudik Mojokerto, Ini Jalur Alternatifnya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Hindari Titik Macet di Jalur Mudik Mojokerto, Ini Jalur Alternatifnya Jalur mudik di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Sejumlah titik rawan kemacetan juga terdapat di jalur mudik lebaran Kabupaten Mojokerto. Namun, polisi telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi para pemudik.

Titik rawan kemacetan salah satunya di simpang 5 Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Persimpangan ini menjadi pertemuan kendaraan dari 4 arah, yaitu Surabaya, Jombang, Pasuran, dan Kota Mojokerto.

Kondisi itu diperparah dengan adanya penyempitan di jalan nasional Bypass Mojokerto dari 2 lajur menjadi 1 lajur. Baik dari arah Surabaya maupun Jombang.

"Kalau terjadi kemacetan di Bypass Mojokerto, kendaraan dari arah Surabaya kami alihkan ke Tol Jombang-Mojokerto," kata Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Bobby Zulfikar kepada detikcom, Sabtu (25/5/2019).


Bobby memperkirakan kepadatan di simpang 5 Kenanten mulai terjadi pada H+1 lebaran. Hal itu seperti yang terjadi pada arus mudik lebaran tahun lalu.

"Seperti tahun kemarin didominasi pemudik lokal Mojokerto, Jombang dan sekitarnya," ujarnya.

Jalur rawan kemacetan berikutnya, lanjut Bobby, berada di simpang 3 Klenteng, Kecamatan Mojosari. Menurut dia, pada jalan provinsi ini terdapat penyempitan jalur. Padahal jalur ini menjadi pertemuan kendaraan dari arah Krian, Sidoarjo, serta Kota Mojokerto dan Pasuruan.

Selain itu, di sekitar persimpangan ini terdapat pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri. Pada momen libur lebaran, jalur ini juga ramai dilalui kendaraan wisatawan yang akan berkunjung ke wilayah Pacet dan Trawas.

Jika pada arus mudik nanti terjadi kemacetan di simpang 3 Klenteng Mojosari, pihaknya telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif yang bisa diakses para pemudik. Kendaraan dari arah Pasuruan bisa melalui simpang Bedagas, ring road selatan Mojosari, simpang 4 Pekukuhan. Sampai di simpang 4 Pekukuhan, pemudik yang akan ke Krian, Sidoarjo tinggal belok ke kanan. Sementara yang menuju ke Kota Mojokerto bisa belok ke kiri.

Pemudik dari arah Krian menuju ke Mojokerto bisa melalui jalur alternatif simpang 3 Krembung Dumpul belok ke kanan. Selanjutnya belok kiri di simpang 3 Jotangan, lalu belok kanan di simpang 3 Stadion Gajah Mada, Mojosari.

"Yang dari arah Krian bisa melalui jalur alternatif simpang 3 Kartini belok kiri, lalu keluar pada simpang 4 Panjer. Untuk ke Pasuruan langsung belok kiri di simpang 4 Panjer," terangnya.


Selain kedua titik tersebut, kata Bobby, jalan provinsi di Desa Sawahan, Kecamatan Bangsal juga rawan kemacetan. Pada titik ini terdapat pasar tradisional yang kerap tumpah hingga memakan bahu jalan. Dia memprediksi, kemacetan di titik ini terjadi sejak H-2 lebaran. Saat itu masyarakat berbondong-bondong ke pasar untuk membeli kebutuhan lebaran.

"Nantinya kami pasang pembatas di tengah jalur Sawahan. Sehingga masyarakat yang hendak ke pasar harus memutar balik di sebelah timur pasar. Karena kondisi jalan di lokasi tersebut lebih lebar," jelasnya.

Untuk melayani para pemudik lebaran 2019, tambah Bobby, pihaknya menyiapkan 9 pos pengamanan (pospam) dan 2 pos pelayanan (posyan). Kesembilan pospam tersebar di Trowulan, Jampirogo, Kenanten, Mertex, Taman Mojosari, Jasem, Gotekan, wisata air panas Padusan, serta Daplang. Sedangkan kedua pos pelayanan dibuat di Pacet dan jembatan timbang Trowulan.

"Selama Operasi Ketupat Semeru 2019, kami terjunkan 426 personil gabungan Polri, TNI, Dishub, Polisi Militer, PMI, Dinkes dan unsur lainnya," tandasnya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed