DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 04:34 WIB

Round-Up

Berita Hoaks Peristiwa 22 Mei Berujung Polsek Tambelangan Sampang Dibakar

Suki Nurhalim - detikNews
Berita Hoaks Peristiwa 22 Mei Berujung Polsek Tambelangan Sampang Dibakar Polsek Tambelangan pasca dibakar massa/Foto: Wida Subianto (CNN Indonesia)
Surabaya - Rabu (22/5) malam, Polsek Tambelangan di Sampang, Madura ludes dibakar massa. Polisi akan segera memeriksa pelaku pembakaran mapolsek tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, massa mulai mendatangi Mapolsek Tambelangan sekitar pukul 22.00 WIB. Kedatangan massa diikuti pelemparan batu ke Mapolsek.

Sejumlah polisi yang berjaga pun langsung keluar untuk menghalau massa agar tidak bertindak anarkis. Namun massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 50 orang ini terus melempar batu hingga akhirnya membakar mapolsek.

Pemadam kebakaran yang datang berusaha memadamkan api, namun dihalau massa. Api yang terus membakar membuat atap bangunan mapolsek runtuh. Tidak hanya bangunan polsek yang ludes, si jago merah juga melalap 3 mobil dan 11 motor yang ada di lokasi.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan bertolak ke Sampang, Kamis (23/5) pagi. Dia ditemani Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI R Wisnoe Prasetja.

"Saya dengan ibu, dengan Pak Pangdam mau ke Sampang. Mau melihat langsung lokasi yang kejadian tadi malam," kata Luki saat di Mapolda Jatim sebelum berangkat ke Sampang.

Sedangkan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto meluncur ke TKP sesaat setelah kebakaran terjadi. Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, ada 300 personel yang dikirim ke lokasi. Terdiri dari dua kompi Brimob dan satu kompi Sabhara.


"Tadi malam Pak Wakapolda langsung berangkat ke TKP di Polres Sampang untuk mengkonsolidasikan semua yang ada. Termasuk personel yang akan membackup Polres Sampang," kata Barung.

"Kemarin ada dua kompi Brimob dan satu kompi Sabhara yang sudah standby di sana untuk membackup. Itu ada sekitar 300 personel yang kita terjunkan di sana. Mereka akan stand by di Sampang," imbuhnya.

Diduga molotov yang menyebabkan polsek ludes terbakar. Kapolda Luki menceritakan, di lokasi pihaknya menemukan sekitar 30 botol molotov yang dilempar massa ke dalam mapolsek. Selain itu, pihaknya juga menemukan botol bensin.

Kerangka kendaraan sisa amukan si jago merah/Kerangka kendaraan sisa amukan si jago merah/ Foto: Wida Subianto (CNN Indonesia)

"Di TKP tim inafis dari Surabaya sudah ada, sudah melakukan identifikasi. Di sana memang banyak ditemukan botol atau molotov botol yang dilempar dari luar pagar. Banyak yang tercecer botol yang berisi bensin, hampir kurang lebih 30 botol yang belum sempat dipakai, yang ada ditemukan di TKP di luar Polsek Tambelangan," kata Luki setibanya di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Tak hanya itu, Luki juga menceritakan jika kondisi Mapolsek Tambelangan sudah terbakar habis. "Kami sudah meninjau lokasi, kami melihat langsung polsek itu sudah habis terbakar," tambahnya.

Saat meninjau lokasi, pihaknya juga berkoordinasi dengan tokoh agama, masyarakat dan Forkopimda. Koordinasi ini diharapkan mampu meredam aksi massa agar kejadian serupa tak terulang.

"Kami Gubernur dan Pangdam baru saja meninjau lokasi kejadian di Kecamatan Tambelangan. Alhamdulillah saya dibantu ibu gubernur dan pangdam telah bertemu tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda di Sampang. Hampir 15 orang datang semuanya dengan Forkopimda dan kami bersilaturahmi tentang kejadian tadi malam," paparnya.


Luki menegaskan pembakaran Mapolsek Tambelangan oleh massa tak berkaitan dengan Pilpres. Penyebabnya, massa dipicu berita hoaks di salah satu media.

"Habis maghrib ada 200 orang yang tadinya mau ke Bawaslu tapi tidak jadi. Muter-muter akhirnya datang ke polsek, ini terkait dengan beredarnya di media terkait dengan penangkapan tokoh-tokoh Madura di Jatim dan penembakan-penembakan di Jakarta," terangnya.

Ratusan massa pun akhirnya memaksa kapolsek untuk membebaskan ulama yang ditangkap. Namun, meski telah diterima baik di Polsek Tambelangan, massa akhirnya mengamuk dan melempari mapolsek dengan batu dan molotov.

Di sela aksi pembakaran ini, polisi menembak satu orang yang mencoba menyerang polisi. Warga tersebut diketahui bernama Sahlan. Meski begitu, Luki mengatakan jika tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.


Sementara saat ditanya kondisi Sahlan, Luki menyebut remaja tersebut sudah dibawa ke rumah sakit dan dibantu Bupati Sampang. Luki mengatakan peluru menyerempet tangan Sahlan.

"Ada seorang anggota berhasil keluarkan tembakan, kena tangannya (korban), nyerempet saja. Korban (dari massa) tersebut berhasil diselamatkan dibawa oleh bupati dengan kendaraan plat merah," lanjut Luki.

Usai meninjau lokasi, Luki mengatakan nama-nama dan foto enam pelaku sudah dikantongi. Pihaknya tinggal menunggu waktu yang pas untuk memeriksa mereka. Selain itu, Luki menyatakan di tahap pertama ini baru ada enam orang pelaku yang akan diperiksa, jumlah ini pun bisa bertambah.

"Insya Allah akan kami panggil pemeriksaannya di sini. Karena untuk wilayah sana (Sampang) tidak memungkinkan. Kami dalam waktu dekat komunikasi dengan tokoh agama meminta menyerahkan pelaku tersebut," pungkasnya.



Tonton juga video Polri Ungkap 2 Anggota GARIS di Aksi 22 Mei:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed