DetikNews
Kamis 23 Mei 2019, 14:40 WIB

3 Mobil dan 11 Motor Ikut Terbakar Saat Polsek Tambelangan Dibakar Massa

Hilda Meilisa - detikNews
3 Mobil dan 11 Motor Ikut Terbakar Saat Polsek Tambelangan Dibakar Massa 3 Mobil dan 11 Motor Ikut Terbakat/Foto: Wida Subianto (CNN Indonesia)
Sampang - Kerusakan yang terjadi di Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, cukup parah. Selain bangunan polsek ludes, belasan kendaraan bermotor juga ikut terbakar.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyebut, ada tiga mobil dan 11 motor yang terbakar. Rinciannya, ada dua mobil dinas, dan satu mobil milik warga, satu motor dinas dan 10 motor pribadi milik petugas kepolisian.

"Kami sudah meninjau lokasi, kami melihat langsung polsek itu sudah habis terbakar, ada mobil dinas dua, kendaraan roda duanya satu, yang 10 kendaraan pribadi. Dan ada satu mobil warga masyarakat yang titip yang ikut terbakar habis," kata Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (23/5/2019).


Sementara itu di lokasi, petugas telah memasang garis polisi. Sementara bangunan Mapolsek Tambelangan terlihat gosong di beberapa sisi. Nampak atapnya telah runtuh dengan puing-puing yang tersisa.

Sedangkan tembok bertuliskan Mapolsek Tambelangan yang terletak di sisi depan Mapolsek terlihat hampir roboh dengan sisa puing-puing di tanah. Sedangkan pagar di sebelah tembok juga telah dirubuhkan massa.

Pemandangan lainnya, nampak beberapa mobil dan motor yang tak sempat diselamatkan menjadi gosong. Luki mengatakan ada tim inafis yang masih melakukan identifikasi di lokasi.


Kapolda Jatim juga menegaskan jika pembakaran Mapolsek Tambelangan oleh massa tak berkaitan dengan Pilpres. Penyebabnya, massa dipicu berita hoaks di salah satu media.

Berita tersebut menyebutkan ada ulama dari Madura yang ditangkap saat aksi 22 Mei di Jakarta. Massa pun akhirnya terprovokasi dan berputar-putar hingga memilih Mapolsek Tambelangan sebagai sasaran.

"Jadi memang kejadiannya malam hari, dan berawal ini sebenarnya tidak ada kaitannya secara langsung dengan Pilpres. Karena mereka dari malam, habis mghrib ada 200 orang yang tadinya mau ke Bawaslu tapi tidak jadi," kata Luki.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed