DetikNews
Kamis 23 Mei 2019, 03:53 WIB

Bubur Mudhor, Penganan Khas yang Hanya Ada di Tuban Selama Ramadhan

Ainur Rofiq - detikNews
Bubur Mudhor, Penganan Khas yang Hanya Ada di Tuban Selama Ramadhan Bubur Mudhor diaduk secara bergantian (Foto: Ainur Rofiq)
Tuban - Setiap daerah pasti mempunyai makanan khas yang hanya bisa dijumpai saat bulan Ramadhan. Tak terkecuali dengan Tuban.

Di bumi wali ini ada bubur yang hanya ada di bulan Ramadhan. Bubur ini biasa disebut bubur Mudhor. Bubur Mudhor sangat terkenal sejak zaman penjajahan hingga saat ini. Bubur Mudhor sangat dicari oleh warga untuk takjil saat berbuka puasa.

Bubur khas rasa gulai kambing ala timur tengah ini legendaris sejak tahun 1937. Menurut cerita warga sekitar dan takmir masjid Al Muhdhor, makanan ini dibuat oleh tokoh terkemuka jazirah Arab yaitu Syeikh Habib Abdul Qodir bin Alwi Assegaf. Dibuatnya bubur yang memiliki warna khas kuning ini adalah untuk menyiasati krisis pangan berkepanjangan pada masa penjajahan Belanda.


Warga antre untuk mendapatkan bubur MudhorWarga antre untuk mendapatkan bubur Mudhor (Foto: Ainur Rofiq)

"Makanan bubur ini pertama kali dibuat oleh tokoh terkemuka jazirah Arab yaitu Syeikh Habib Abdul Qodir bin Alwi Assegaf di masjid ini," ucap Agil pengurus masjid Al Mudhor, Rabu (22/5/2019).

Bubur ini disebut bubur Mudhor karena pembuatannya berada di Masjid Al Mudhor di Kelurahan Kutorejo, Tuban. Proses pembuatan bubur mudhhor ini menggunakan beras dicampur dengan air kemudian dipanaskan dalam dandang kuningan besar yang diletakkan di atas tungku.

Buburkemudian diaduk secara bergantian. Saat beras mulai kental dan lunak, barulah racikan bumbu gulai dan rempah-rempah yang sebelumnya telah dicampur dengan air santan kelapa dan daging kambing dimasukkan. Bubur kembali diaduk menjadi satu dengan waktu sekitar dua hingga 3 jam.


Bubur Mudhor dibagikan untuk wargaBubur Mudhor dibagikan untuk warga (Foto: Ainur Rofiq)

Bubur Mudhor yang disajikan sebagai takjil bagi warga sekitar, fakir miskin, dan musafir ini dibagikan secara gratis pada pukul 17.00 WIB. Banyak warga mengantre dengan tertib membawa panci dan ember sendiri.

"Setiap hari ke sini, soalnya anak kalau berbuka puasa selalu minta takjil bubur ini dari dulu. Rasanya kayak gulai gitu," ujar salah satu warga, Shofie.

Pemandangan warga bumi wali mengantri makanan khas saat bulan puasa ini bisa kita jumpai setiap sore selama bulan Ramadhan satu bulan penuh.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed