DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 17:33 WIB

Cerita di Balik Tewasnya Remaja di Trenggalek Akibat Dikeroyok

Adhar Muttaqin - detikNews
Cerita di Balik Tewasnya Remaja di Trenggalek Akibat Dikeroyok 9 Orang tersangka (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Motif pengeroyokan terhadap seorang remaja di Panggul Trenggalek yang berujung kematian akhirnya terungkap. Polisi menyebut aksi nekat para tersangka dilatarbelakangi aksi pencurian yang dilakukan korban

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku maupun saksi, aksi penganiayaan berawal dari keluhan Nur Rohmad pemilik usaha warung di komplek Taman Balai Kota Panggul yang mengaku sering kehilangan barang dagangannya.

"Kemudian Nur ini dan beberapa temannya bermusyawarah dan sepakat melakukan pengintaian pada malam Minggu dini hari itu, dengan tujuan menangkap basah pencarinya," kata Didit kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).

Benar saja sekitar pukul 02.00 WIB, pemilik warung melihat Deni Kurnia Sandi (17), warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul berada di lapak miliknya dan tengah melakukan aksi pencurian makanan ringan. Melihat aksi itu Nur Rohmad dan sejumlah temannya langsung mendekati dan melakukan penangkapan.


"Saat penangkapan itu mereka melakukan penganiayaan secara beramai-ramai, setelah itu mereka membawa Deni ke pos di taman untuk diinterogasi. Kala itu Deni mengakui telah melakukan pencurian makanan dengan alasan lapar," imbuh Didit.

Sementara itu akibat pengeroyokan tersebut Deni mengalami sejumlah luka dan lebam di beberapa bagian tubuhnya. Akhirnya yang bersangkutan dibawa ke Puskesmas Panggul untuk mendapatkan penanganan medis.

"Namun sekitar pukul 05.00 WIB, korban pengeroyokan meninggal," ujarnya.

Didit menambahkan polisi yang mendapat laporan adanya kasus kekerasan tersebut langsung turun tangan untuk melakukan langkah penyelidikan. Selain itu polisi juga melakukan autopsi terhadap jasad korban bersama tim kedokteran forensik Polda Jatim.


"Dari hasil autopsi, pada bagian luar korban mengalami luka lebam pada bagian mata, hidung, pelipis kiri, lengan, dada, punggung, bibir, luka hematum pada kepala dan ada pendarahan pada mata," imbuh Didit.

Sedangkan pada organ dalam ditemukan adanya resapan darah pada selaput atau seluruh kulit bagian dalam kepala, pendarahan pada bagian tengkorak dan selaput tegak otak serta organ pankreas juga mengalami pendarahan

Dari proses penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, karena terbukti melakukan penganiayaan dengan cara menendang hingga memukul korban.

"Para tersangka terancam pasal berlapis, yakni pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dan/atau pasal 338 KUHP dan/atau pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," jelasnya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed