DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 16:36 WIB

Sarasehan Ulama di Jombang Respons Panasnya Suhu Politik, Ini Hasilnya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sarasehan Ulama di Jombang Respons Panasnya Suhu Politik, Ini Hasilnya Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Kiai pengasuh pondok pesantren di Jombang menggelar sarasehan merespons situasi politik yang sedang memanas. Para ulama di Kota Santri ini mengajak masyarakat memperkuat kerukunan, serta menghindari gerakan melanggar konstitusi (inkonstitusional).

Salah seorang peserta sarasehan ini adalah Zaimuddin As'ad atau Gus Zu'em, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jombang. Ulama yang juga Pengasuh Pesantren Tinggi Darul 'Ulum, Jombang ini mengatakan, diskusi para ulama ini untuk merespons panasnya suhu politik saat ini.

"Sarasehan atau halaqah ini dilatarbelakangi kegelisahan atas kondisi politik yang makin memanas. Kami memutuskan untuk menguatkan ukhuwah," kata Gus Zu'em kepada detikcom, Selasa (21/5/2019).

Sarasehan yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang dihadiri sejumlah tokoh penting di Kota Santri. Mulai dari Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, Kapolres Jombang AKBP Fadli Widianto, perwakilan Kodim Jombang Kapten Arh Ngatimin dan Sekda Achmad Djazuli.

Selain itu, hadir pula Kepala Kemenag Jombang Abdul Haris, Ketua MUI KH Imam Kharomain, Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas KH Hasib Wahab, Pengasuh PP Darul 'Ulum KH Zaimudin As'ad dan KH Cholil Dahlan, dari PP Sunan Ampel KH Taufiqqurrahman, serta puluhan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jombang.


Gus Zu'em menjelaskan, halaqah ini menelurkan 7 poin seruan bagi masyarakat. Salah satunya, majelis halaqah ulama Jombang mengajak umat Islam untuk mendoakan bangsa dan negara agar tetap kondusif.

Seruan lainnya yaitu mengajak masyarakat untuk mempererat kerukunan sesama anak bangsa, meneguhkan kesetian kepada Pancasila dan UUD 1945, menghindari segala bentuk fitnah, provokasi dan kekerasan, menahan diri agar tak ikut aksi inkonstitusional, berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk peningkatan ekonomi umat, serta mengajak umat Islam untuk menghormati pemerintahan yang sah.

"Karena tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarah kepada tindakan Bughot atau memberontak," terangnya.

Hasil sarasehan ini, tambah Gus Zu'em, akan disebarluaskan ke seluruh umat Islam. Pihaknya berharap melalui seruan yang telah dibuat, kerukunan bangsa Indonesia ke depan akan semakin kuat.

"Harapan kami masyarakat mempererat kebersamaan, kerukunan, tetap berpayung pada Pancasila, serta bersama-sama membangun umat," tandasnya.




Simak Juga '50 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Aksi 22 Mei 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed