DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 12:01 WIB

Jelang Mudik, CCTV Pengenal Wajah Dipasang di 18 Titik Terminal Purabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Jelang Mudik, CCTV Pengenal Wajah Dipasang di 18 Titik Terminal Purabaya Terminal Purabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo/File
Sidoarjo - Jelang lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memaksimalkan keamanan Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. Salah satunya memasang sejumlah CCTV di beberapa titik.

"Kita berharap kesiapan terminal kita. Kita upayakan keamanan terminal dengan koordinasi dengan TNI/Polri kemudian kamera-kamera CCTV kita siagakan dengan kondisi up semua termasuk kamera face recognition di Purabaya," kata Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat kepada detikcom saat dikonfirmasi, Selasa (21/5/2019).

Menurut Irvan, total CCTV yang telah dipasang ada 48 titik. Sedangkan 18 CCTV pengenal wajah atau recognize face difokuskan di pintu-pintu masuk terminal.

"CCTV ada 48 yang ada di Purabaya. Yang recognize ada 18 yang kita fokuskan di pintu-pintu masuk sehingga penumpang bisa tercapture. Database calo semua juga sudah masuk. Jadi sebenarnya sudah cukup aman," terang Irvan.


Meski telah memasang sejumlah CCTV dan memperketat keamanan, dia mengaku tetap waspada pada titik-titik rawan kejahatan seperti di area luar terminal dan di dalam bus itu sendiri.

"Yang kita waspadai justru kejahatan banyak terjadi di luar terminal saat dicegat di luar terminal atau di dalam bus saat perjalanan biasanya gendam di dalam bus. Kalau di dalam terminal jarang ada keluhan," ujarnya.

Untuk kesiapan armada, lanjut Irvan, kekurangan armada dan driver bus telah diatasi dengan menambah armada sekitar 1.900 bus. Sedangkan untuk drivernya, ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak DAMRI.

"Kita rutin di Purabaya 1900 sekitar dengan rate lebih 1200 dan itu cukup untuk melayani semua dan ini kita kesulitannya di driver mendekati lebaran bus banyak driver ini yang kadang-kadang kekurangan ini yang banyak digunakan mudik gratis," beber Irvan.

"Solusinya kita kerjasama dengan DAMRI. untuk rute-rute pendek kita memang kekurangan di rute pendek karena beaya operasional tinggi karena ketika macet dengan tarif yang ada sehingga menolak untuk mengangkut," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed