DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 21:15 WIB

Detik-detik Korban Mayat Terbakar Dibunuh Lalu Dibakar di Hutan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Detik-detik Korban Mayat Terbakar Dibunuh Lalu Dibakar di Hutan Dua pembunuh Eko Yuswanto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Eko Yuswanto (32) dibunuh dengan cara sadis oleh tetangganya sendiri. Mayat pengusaha rongsokan ini lalu dibakar pelaku di hutan kayu putih Kabupaten Mojokerto. Seperti apa kronologi pembunuhan ini?

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, pembunuhan terhadap Eko sudah direncanakan oleh Priono alias Yoyok (38). Bapak dua anak ini tetangga dekat korban di Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Trowulan, Mojokerto.

Untuk menjalankan aksinya, Priono meminta bantuan Dantok Narianto alias Gondol (36), warga Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto. Dantok dijanjikan oleh Priono akan diberi mobil pikap milik korban setelah aksi pembunuhan ini berhasil.

"Pembunuhan ini diawali pada pertengahan April 2019, tersangka Y (Yoyok/Priono) curhat ke G (Gondol/Dantok) kalau ada masalah dengan korban," kata Sigit saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Senin (20/5/2019).

Rupanya Priono diam-diam memendam rasa dendam terhadap keluarga Eko. Menurut Sigit, istri korban kerap menghina istri maupun keluarga tersangka. Priono dan Eko tinggal berdekatan di Dusun Temenggungan.


Berawal dari curhatan tersebut, Priono dan Dantok merencanakan pembunuhan sadis terhadap Eko. Agar korban mau diajak keluar rumah, Priono menawarkan rongsokan murah kepadanya pada 7 Mei 2019. Korban pun sepakat untuk mengambil rongsokan di Mojosari, Mojokerto itu pada Minggu (12/5).

"Pada 10 Mei 2019 tersangka Priono mengabari Dantok kalau korban bisa diajak keluar Minggu. Keesokan harinya, 11 Mei 2019, kedua tersangka bertemu di simpang 4 Kenanten membahas tempat dan waktu eksekusi, saat itu sambil menenggak miras," ujar Sigit.

Tiba di hari yang ditentukan, korban berangkat dari rumahnya seorang diri, Minggu (12/5). Bapak dua anak ini membawa uang Rp 4 juta, mobil pikap Daihatsu Grand Max, serta ponsel nokia jadul. Korban lantas menjemput Priono di simpang 4 Trowulan sekitar pukul 08.15 WIB. Keduanya sempat mampir untuk sarapan di warung Dusun Telogo Gede, Desa/Kecamatan Trowulan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama Priono sampai di rumah ayah Dantok di Kenanten Gang 2, Desa Kenanten, Kecamatan Puri. Di rumah kecil ini mereka bertemu dengan Dantok.


"Jam 12.00 WIB tersangka Y menyuruh tersangka G membeli miras. 15 menit kemudian, kedua tersangka dan korban minum miras," terang Sigit.

Baru setengah jam pesta miras jenis arak, ayah Dantok, Dodik pulang dari memancing. Korban dan kedua tersangka pun pindah ke ruang tamu yang juga menjadi tempat tidur. Saat itu korban berbaring di atas kasur spons di ruangan tersebut. Sementara Priono dan Dantok melanjutkan menenggak arak.

Baru sekitar pukul 13.15 WIB, Priono dan Dantok mengeksekusi korban. Saat itu ayah Dantok sudah meninggalkan rumahnya. Eko dipukuli menggunakan marmer berbentuk bulat yang merupakan bekas pangkal sebuah piala. Tubuh korban yang sudah tewas lantas ditutupi dengan kasur spons.

"Pukul 14.00 WIB kedua tersangka meninggalkan rumah. Dantok lanjut minum, Priono pulang," ungkap Sigit.

Kedua tersangka baru bertemu kembali di kawasan simpang 4 Kenanten sekitar pukul 20.00 WIB. Pertemuan kali ini membahas pembuangan mayat korban. Saat itu Priono menyuruh Dantok membeli tong berukuran besar. Rencananya, tong plastik itu akan dipakai untuk membuang mayat Eko agar tak ketahuan warga sekitar.


"Pada pukul 20.30 WIB, mayat dimasukkan tong, tapi tidak muat. Akhirnya mayat korban ditandu dengan bingkai jendela rumah G untuk dinaikkan ke pikap milik korban," jelas Sigit.

Baru sekitar pukul 21.45 WIB, menggunakan mobil pikap milik korban, Priono dan Dantok membuang mayat Eko ke hutan kayu putih di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Sampai di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB, mereka membakar mayat Eko menggunakan bensin dan spons busa. Baru keesokan harinya, Senin (13/5) pukul 07.15 WIB, mayat korban ditemukan buruh tani warga Dusun Manyarsari yang sedang menanam jagung.

"Jadi, pembunuhan ini didominasi peran tersangka Y yang memiliki ide untuk melakukan pembunuhan. Dibantu tersangka kedua yang menyediakan tempat, sarana dan prasarana, serta tenaga," tandas Sigit.

Kini Priono dan Dantok harus mendekam di tahanan Polres Mojokerto Kota. Kedua betis Priono ditembak petugas. Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Hukuman maksimal mati sudah menanti mereka.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed