DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 20:39 WIB

Terungkap Motif Sebenarnya Kasus Mayat Terbakar di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Terungkap Motif Sebenarnya Kasus Mayat Terbakar di Mojokerto Dua pelaku pembunuhan dan pembakaran Eko Yuswanto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Polisi akhirnya mengungkap motif pembunuhan sadis terhadap Eko Yuswanto (32), pengusaha rongsokan asal Mojokerto. Pelaku yang tak lain tetangga dekat korban dendam lantaran istri dan keluarganya kerap dihina istri korban.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, otak pembunuhan sadis ini adalah Priono alias Yoyok (38), warga Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Trowulan, Mojokerto. Pria yang sehari-hari menjadi sopir truk itu memendam rasa dendam terhadap keluarga korban. Ironisnya, rumah korban dan pelaku saling berdekatan di Dusun Temenggungan.

"Motifnya dendam karena sikap istri korban yang sering menghina istri maupun keluarga tersangka," kata Sigit saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Senin (20/5/2019).

Untuk melampiaskan dendamnya itu, lanjut Sigit, Priono meminta bantuan teman akrabnya, Dantok Narianto alias Gondol (36), warga Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto. Dantoklah yang menyediakan tempat untuk menghabisi korban, yaitu di rumah ayah Dantok, Kenanten Gang 2, Desa Kenanten, Puri, Mojokerto.


"Agar tersangka G (Gondol/Dantok) mau membantu, rencananya akan diberi kompensasi berupa mobil pikap milik korban," ungkap Sigit.

Selain akan menjual mobil pikap milik Eko, kata Sigit, Priono dan Dantok juga merampas uang tunai milik korban. Uang Rp 4 juta itu akan digunakan korban untuk membeli rongsokan.

Kini uang itu tersisa Rp 1,3 juta. Selebihnya digunakan kedua tersangka untuk membeli miras, burung peliharaan, tong besar, serta membayar utang.

"Pembagiannya tersangka Y (Yoyok/Priono) mendapatkan Rp 1,5 juta, yang Rp 2,5 juta diberikan ke tersangka G," terangnya.

Selain harus mendekam di tahanan, Priono juga terpaksa merasakan timah panas polisi di kedia betis kakinya. Baik Priono maupun Dantok dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 365 ayat (3) KUHP.

"Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati," tegas Sigit.


Kini Priono hanya bisa menyesali perbuatannya. Bapak dua anak itu menangis karena mengingat nasib istri dan kedua anaknya yang masih sekolah.

"Menyesal banget pak. Anak dan istri tidak ada di rumah, endak ada entah ke mana tak tahu," cetusnya sembari menangis sesenggukan.

Eko tewas di tangan Priono dan Dantok. Dantok merupakan warga Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Mojokerto. Korban dibunuh di rumah orang tua Dantok, Kenanten Gang 2, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Mayat korban lantas dibuang dan dibakar di hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong.

Mayat Eko yang hangus terbakar ditemukan buruh tani yang sedang menanam jagung, Senin (13/5) sekitar pukul 07.15 WIB. Kepala korban dibungkus dengan karung plastik. Rupanya korban tewas sebelum dibakar. Penyebabnya tak lain akibat luka pada paru-paru yang tertusuk patahan tulang rusuk. Kedua pelaku memukuli korban hingga tewas.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed