DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 19:11 WIB

Massa AMPD Tuntut Hitung Ulang Hasil Pemilu di Depan Umum

Ghazali Dasuqi - detikNews
Massa AMPD Tuntut Hitung Ulang Hasil Pemilu di Depan Umum Demo massa di Situbondo/Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Aksi massa mendatangi kantor Bawaslu dan KPU Situbondo berjalan damai. Ada beberapa rekomendasi yang disodorkan massa untuk disampaikan ke KPU dan Bawaslu RI.

Di antaranya KPU melakukan penghitungan ulang secara terbuka di depan umum. Hitung ulang itu harus menggunakan software Excel sederhana dan disaksikan langsung pihak TKN, BPN, dan lembaga independen.

Dalam rekomendasinya yang disampaikan ke KPU Situbondo, massa Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) Situbondo meminta hitung ulang bisa dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno, digrupkan 33 Provinsi dengan 1 layar untuk satu provinsi. Hitung ulang dilakukan estafet selama 7x24 jam. Selain itu, massa meminta KPU RI memundurkan masa penetapan pemenang capres-cawapres sampai 28 Mei 2019 nanti. Berikutnya ditetapkan setelah penghitungan ulang secara terbuka.

"Kami juga mendesak, agar KPU dan Bawaslu berlaku adil dalam melaksanakan pemilu dengan menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan transparansi. KPU juga harus bertanggung jawab penuh terhadap meninggalnya petugas KPPS di berbagai daerah," tegas Koordinator aksi, HA Zainuri Ghazali dalam orasinya, Senin (20/5/2019)

Dari pengamatan detikcom, aksi seribuan massa AMPD Situbondo itu diawali dengan konvoi dari Jalan raya Kecamatan Panji. Massa merangsek menuju kantor Bawaslu Situbondo di jalan Madura. Di tempat ini, massa melakukan orasi dari atas kap mobil dan membentang-bentangkan poster. Di antaranya bertuliskan, Kau curang Kami Lawan, Jangan Khianati Demokrasi Karena Sahwat Kekuasaan, Stop Kecurangan, dan sebagainya.

Selama unjuk rasa massa memenuhi jalan raya, hingga arus kendaraan yang akan melintasi Jalan Madura dialihkan. Selama unjuk rasa, massa meminta agar anggota Bawaslu keluar dan menemui mereka. Namun, hingga massa beranjak melanjutkan aksinya ke kantor KPU Situbondo, tak satu pun anggota Bawaslu yang menemui massa di jalan.


"Ini bukan people power. Ini murni made in masyarakat Situbondo, yang ingin menjaga demokrasi di negeri ini agar tidak dijadikan kedok melakukan perbuatan jahat dan curang. Kami cinta NKRI, karena bagi kami NKRI adalah harga mati," tandas Anis Muqaddas, orator aksi lainnya.

Tiba di kantor KPU di Jalan Cenderawasih Situbondo, massa kembali berorasi sambil membentangkan berbagai poster. Di sini, penjagaan dilakukan ekstra ketat oleh pihak kepolisian dan TNI. Tak hanya mengerahkan ratusan personelnya saja, polisi juga memasang kawat berdiri di sepanjang pintu gerbang KPU. Sebuah kendaraan water canon juga disiagakan di pintu masuk.

"Kami ini para santri yang tahu sopan santun. Tak usah dipasang kawat berduri, karena begitu kami tidak diijinkan masuk, maka kami tidak akan memaksa masuk. Ini soal harga diri. Tapi kami meminta ada anggota KPU yang menemui kami di sini," tegas Zainuri Ghazali lewat pengeras suara.

Setelah cukup lama, seorang anggota KPU, Iwan Suryadi, keluar dan menemui pengunjuk rasa. Di depan massa, Iwan berusaha menjelaskan, jika pihaknya selama ini sudah berusaha melaksanakan pemilu yang jujur dan adil atau jurdil. Menurut Iwan, ada beberapa indikasinya yang menunjukkan jika KPU sudah melakukan berbagai tahapan pemilu dengan baik.

"Di antaranya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu 2019 ini mencapai angka 83%. Ini partisipasi terbaik selama pelaksanaan pemilu sejak tahun 2009 silam. Terkait anggota KPPS meninggal, kami juga melakukan berbagai langkah. Bahkan, saat ini KPU juga mendampingi keluarga salah satu anggota KPPS menemui Gubernur Jawa Timur," papar Iwan.

Usai menyampaikan penjelasannya, Iwan pun disodori sebuah surat rekomendasi yang akan disampaikan ke KPU RI melalui KPU Situbondo. Isinya, adalah menyampaikan sejumlah tuntutan. Termasuk, mempertimbangkan kembali UU nomor 07 tahun 2017 tentang pemilu, sebagai dasar pelaksanaan pemilu berikutnya. Iwan Suryadi pun langsung menandatangani surat rekomendasi tersebut. Usai penandatanganan surat rekomendasi itu, massa langsung membubarkan diri dengan tertib.


Simak Juga 'KPU Didemo 3 Kelompok Massa Sekaligus':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed