DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 05:19 WIB

Perayaan Sederhana Waisak di Kelenteng Tri Dharma Probolinggo yang Terbakar

M Rofiq - detikNews
Perayaan Sederhana Waisak di Kelenteng Tri Dharma Probolinggo yang Terbakar Siuasana Umat Budha sembahyang pascakebakaran Klenteng Tri Dharma/Foto: M Rofiq
Kota Probolinggo - Ibadah umat Budha saat Perayaan Waisak di Kota Probolinggo berlangsung berbeda dari biasanya. Suasana kesedihan tampak jelas dari raut wajah mereka yang sedang melakukan sembahyang pascakebakaran.

Sebelumnya Umat Budha di Kota Probolinggo biasa melaksanakan Hari Raya Waisak di Kelenteng Tri Dharma, Sumbernaga secara normal.

Namun berbeda dengan tahun ini. Tempat ibadah kebanggaan mereka porak-poranda setelah kebakaran menghanguskan Klenteng Sumbernaga, Jumat (17/5) malam.

Meski begitu, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung khidmat. Meski para jemaat duduk di atas tikar di halaman Klenteng.

Seperti biasa mereka memulai ibadahnya dengan pembacaan Paritta disertai sikap anjali yakni, tanda hormat dengan merapatkan telapak tangan.


Setelah itu sebagai ungkapan rasa berkabung pasca musibah, jemaat Umat Budha lalu melakukan Pradaksina yakni, membawa bunga disertai lilin dengan mengelilingi klenteng sebanyak tiga kali. Serta menyematkan lilin dan bunga melati di ruangan utama yang terbakar.

Seorang jemaat, Yana Astri Mulya mengaku sedih atas musibah yang menimpa tempat ibadahnya. Namun dia tetap bersyukur karena masih bisa melaksanakan ibadah Hari Raya Waisak meski dengan perlengkapan yang terbatas.

"Sebenarnya masih sedih dengan apa yang terjadi, tapi tetap bersyukur karena bisa melaksanakan ibadah Waisak," kata Yana, Minggu (19/5/2019) malam.

Sementara Ketua Pengurus Klenteng Sumber Naga, Adi Sutanto Saputro mengatakan, Hari Raya Waisak kali ini, umat Budha harus menyadari hakikat kebudhaan dan menyerapnya. Selain itu mengembangkan hati Buddha dan potensi kebudhaan, dalam diri masing-masing.

"Kami mengajak umat Buddha di Waisak tahun ini agar menambah level objek umat Budha. Dengan menjaga perbuatan menjadi baik sesuai dengan ajaran Guru Agung Sang Buddha Gautama," kata Adi.


Dia menjelaskan pelaksanaan ibadah di Hari Raya Waisak akhirnya tetap dilakukan, setelah banyak permintaan dari jemaat.

Terkait musibah kebakaran melanda Klenteng, Adi mengaku sekitar 50 klenteng di Indonesia bersedia menyumbang pembangunan Klenteng Tri Dharma Sumbernaga kembali.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed