DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 04:29 WIB

Round-Up

Pesan Berantai Tur Jihad ke Jakarta yang Akhirnya Gagal Berangkat

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Pesan Berantai Tur Jihad ke Jakarta yang Akhirnya Gagal Berangkat Polisi menunjukkan surat permintaan maaf koordinator tur jihad (Foto: Hilda Meilisa)
Surabaya - Ajakan tur jihad menyebar di pesan WhatsApp relawan akar rumput Prabowo-Sandi. Pada pesan tersebut, penyelenggara mencantumkan paket yang dapat dipilih selama lima hari mengikuti tur di Jakarta. Tur ini disebut akan bergabung dengan aksi people power.

Pilihannya pun beragam, mulai dari penggunakan transportasi bus besar yang dipatok dengan harga Rp 450 ribu, bus kecil dengan tarif Rp 400 ribu, hingga mobil pribadi yang harganya Rp 600 ribu.

Polisi telah mengamankan empat penyelenggara tur jihad ini. Sebelumnya, dua penyelenggara telah mendatangi Polda Jatim dengan membawa surat pernyataan dan meminta maaf, selain itu keduanya mengatakan jika tur jihad gagal diberangkatkan.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan empat koordinator yang diamankan yakni Muhammad Roni, Feni Lestari, wanita berinisial A, dan seorang pria berinisial C. Keempatnya masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman kasus ajakan tur jihad.


"Terkait dengan masalah ada salah satu akun yang mengajak tur jihad, kami telah mengamankan ada 4 orang," kata Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (19/5/2019).

"Yang mana mereka memang melakukan kegiatan yang terkait dengan menyiarkan mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan yang menghasut untuk melakukan tindak pidana dengan membuat program tour jihad Surabaya Jakarta dan melaksanakan aksi 22 Mei,"imbuh Luki.

Luki menambahkan keempatnya memiliki tugas yang berbeda. Ada yang sebagai bendahara hingga koordinator. Kepada polisi, pelaku menyebut pada tur ini baru ada 44 orang yang mendaftar. Sementara baru ada 36 orang yang membayar.

Salah satu koordinator tur jihad, Muhammad Roni menampik hal ini. Roni menyebut tur yang diselenggarakannya hanya untuk refreshing dan jalan-jalan saja. Hal tersebut merupakan keinginan emak-emak untuk ke Jakarta.

"Mengenai tur jihad Jakarta, itu sebenarnya konotasinya bukan sekejam kata-kata itu, sebetulnya kita dengan emak-emak ingin jalan-jalan atau refreshing ke Jakarta gitu aja," kata Roni usai meminta maaf dan menulis surat pernyataan di Mapolda Jatim.

Roni menegaskan tur jihad ini tak akan mengikuti demontrasi atau aksi people power, namun murni hanya ingin Refreshing. Saat ditanya alasannya menggunakan kata jihad, Roni mengaku kata jihad tak selalu bermakna perang.

"Kalau kata-kata jihad, jihad kan kalau di dalam Islam bukan diartikan perang, kita mencari nafkah saja jihad, untuk menafkahi anak istri kita, jadi kata jihad itu bikan dikatakan kita udah berani mati, ndak," lanjutnya.


Roni menambahkan tur jihad yang dijadwalkan berangkat Minggu (19/5) batal dan gagal. Selain karena peserta tur yang sedikit, ide tur ini sempat membuat resah masyarakat.

"Melihat kondisi yang begitu memanas tur jihad ini sudah dibubarkan, dan yang mendaftar pun hanya minim sehingga dibubarkan dan tidak ada kita keberangkatan ke Jakarta," kata Roni.

Berikut pesan yang menyebar di pesan WhatsApp :

TOUR JIHAD JAKARTA

PAKET PUAS 5 HARI PLUS PENGINAPAN TANPA MAKAN

1) Bis besar isi 50 orang @ 450rb
2) Bis mini isi 30 orang @ 400rb
3) Elf isi 12 orang @ 600rb
4) Mobil ertiga/xenia/avansa isi 6 orang @ 600rb

Berangkat dr Sbya tgl 19 Mei 2019 jam 06.00
Pulang ke Sbya tgl 23 Mei 2019 subuh

Pembayaran terakhir tgl 17 Mei 2019

PIC : Tjetjep M.Yasin 0813 3330 9210
M.Roni 0813 2955 3527



Tonton juga video Viral Bocah Siap Jihad 22 Mei, TKN: Pelibatan Anak Langgar UU:

[Gambas:Video 20detik]

Pesan Berantai Tur Jihad ke Jakarta yang Akhirnya Gagal Berangkat

(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed