DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 14:07 WIB

Aremania Surati PSSI dan Panpel PSS Klarifikasi Soal Kericuhan

Muhammad Aminudin - detikNews
Aremania Surati PSSI dan Panpel PSS Klarifikasi Soal Kericuhan Pertemuan perwakilan Aremania dengan Manajemen Arema FC/Foto: Istimewa
Malang - Suporter Arema FC, Aremania akan bersurat ke PSSI dan Panpel PSS Sleman untuk mengklarifikasi kericuhan saat laga perdana Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo. Donasi juga digalang untuk Aremania yang jadi korban serta kendaraan yang mengalami kerusakan.

"Rencananya kami mau bersurat ke PSSI, kepolisian serta Panpel PSS Sleman terkait peristiwa itu. Narasinya masih kita susun. Sekaligus mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya," ujar Aremania Korwil Klayatan Achmad Ghazali kepada detikcom, Sabtu (18/5/2019).

Ghazali mengaku, pertemuan bersama perwakilan Aremania dan manajemen Arema FC digelar di Kandang Singa, Jalan Mayjen Panjaitan, Jumat (17/5) malam. Di sana mereka menyepakati beberapa hal yang harus dilakukan pasca terjadinya insiden di Sleman. Terlebih karena banyak Aremania yang menjadi korban dalam peristiwa Rabu (15/5) malam itu.

"Kemarin malam bersama 75 perwakilan Aremania, kami bertemu dengan manajemen, membahas sikap yang akan dilakukan pasca kejadian di Sleman. Beberapa hal telah disepakati untuk dilakukan," tegas Ghazali.

Menurutnya, kala itu setidaknya ada 2 ribu Aremania yang berangkat ke Stadion Maguwoharjo, Sleman. Mereka berangkat untuk memberikan dukungan langsung kepada Hamka Hamzah dan kawan-kawan pada laga tandang mengawali bergulirnya Liga 1 2019.


"Ikut dalam tur, sekitar 2 ribu Aremania dengan membawa 12 bus, dan puluhan roda empat. Kendaraan yang menjadi korban, masih kita lakukan pendataan, termasuk rekan Aremania," tambah Ghazali.

Berikut hasil pertemuan Aremania dengan Manajemen Arema FC usai insiden di Sleman:

1. Aremania akan mengirimkan surat ke PSSI, kepolisian dan Panpel PSS terkait kronologis kejadian dan menuntut tanggung jawab Panpel atas kerugian yang menimpa Aremania.

2. Sepakat membuka donasi untuk membantu korban kendaraan yang rusak. Akan segera dibuka rekening bersama dan posko penggalangan dana.

3. Donasi diawali dari Manajemen Arema FC sebesar Rp 20 juta.

4. Aremenaia dan Manajemen Arema FC akan menggelar nobar berbayar Borneo vs Arema FC pada 22 Mei usulan tempat di GOR Kenarok atau Poltek Malang dengan tiket Rp 10 ribu. Semua donasi disumbangkan untuk korban kendaraan rusak.

5. Aremania menyarankan agar tidak ada penggalangan dana di jalanan jika ada maka diingatkan dengan cara preventif.

6. Bagi korban kendaraan bus. Manajemen akan mengeluarkan surat memohon rekomendasi ke kepolisian setempat untuk memohon dispensasi kerugian kepada PO bus.

7. Aremania akan membentuk tim penaksir kerusakan kendaraan dan tim pengumpul donasi untuk menentukan secara proporsional besaran bantuan yang diberikan.

8. Penggalangan donasi dan penyaluran bantuan akan dibatasi sampai tanggal 22 Mei 2019.

9. Aremania sepakat bahwa bantuan yang diberikan sifatnya santunan bukan bantuan secara keseluruhan atas kerusakan yang terjadi.

Seperti diketahui, kericuhan terjadi di tengah laga PSS Sleman menjamu Arema FC. Suporter PSS, Brigata Curva Sud (BCS) dan Aremania ricuh hingga pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke-31.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed