DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 16:43 WIB

Ngabuburit dan Buka Puasa Seru di Tengah Laut, Yuk ke Situbondo

Ghazali Dasuqi - detikNews
Ngabuburit dan Buka Puasa Seru di Tengah Laut, Yuk ke Situbondo Pengunjung bisa menjaring ikan lalu memasaknya (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo - Berbuka puasa di restoran darat atau di alam pegunungan mungkin sudah biasa. Tapi seberapa serunya jika berbuka puasa di atas sebuah resto apung di tengah laut. Ingin tahu rasanya, datang saja ke D'karangtekok di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Di resto apung ini, pengunjung akan dimanjakan dengan beragam sensasi yang cukup menggiurkan.

Selain berbuka puasa di atas lautan, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam yang eksotis berupa hamparan pegunungan Taman Nasional Baluran. Bukan hanya itu, di resto apung D'karangtekok ini pengunjung juga dapat memilih dan menangkap sendiri beragam jenis ikan dari dalam keramba budidaya. Mulai dari ikan kerapu, kakap, lobster, udang vanamei, dan lainnya.

Selebihnya, pengunjung tak hanya bisa berbuka puasa dengan sensasi beda saja. Di atas resto apung ini, mereka juga dapat menikmati suasana ngabuburit yang mengasyikkan. Sambil menikmati panorama alam dari tengah lautan, pengunjung bisa unjuk kebersamaan dengan bakar-bakar ikan. Karena itu, di sekitar resto apung itu pengelola sengaja menyediakan lokasi swafoto cantik untuk pengunjung.

"Awalnya saya tahu resto apung ini dari medsos. Saya datang bersama teman dan ternyata luar biasa asyik. Bisa ambil kakap dan kerapu jumbo sendiri dari keramba dan langsung bakar. Pemandangannya juga bagus, bikin gak bisa move on," kata Yuni, seorang pengunjung asal Pasuruan.

Resto apung D'karangtekok sendiri digagas oleh Kelompok Nelayan Budidaya Keramba Apung Kerapu, di wilayah Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih. Resto apung ini berjarak sekitar 1,5 mil dari bibir pantai atau hanya 10 menit dari dermaga pantai. Berada di kedalaman 7 meter dari permukaan laut, resto apung ini siap memanjakan pengunjung yang hendak berbuka puasa sambil ngabuburit, atau menunggu azan Magrib tiba.

Ada beragam menu seafood fresh yang siap disajikan dan akan menggoda pengunjung. Begitu tiba di atas resto apung, pengunjung akan langsung disuguhi hamparan aneka ikan budidaya yang siap dipilih dan diambil sendiri. Mulai kerapu, kakap, lobster, dan udang vanamei. Pengunjung juga bisa ikut membakarnya sendiri sambil berfoto instagenik. Jika tidak, ada koki resto ini yang akan mengolahnya.


Foto: Ghazali Dasuqi


Proses pengolahannya pun tak perlu menunggu waktu lama. Karena akan langsung dibelah dan dibakar di atas pemanggangan arang yang menyala-nyala. Sensasi ini yang banyak diburu pengunjung, karena mereka juga bisa membawa serta keluarga dan anak-anak.

"Kita memberikan sensasi makan di tengah laut, sambil sesekali kalau ada ombak bisa bergoyang sedikit. Sehingga memberi sensasi yang menarik. Menu yang kita tawarkan fresh, karena pengunjung bisa mengambil ikan sendiri," ujar Ahmad, seorang pengelola resto apung D'karangtekok, Selasa (14/5/2019).

Menurut dia, resto apung D'karangtekok ini dibangun oleh kelompok nelayan berpenghasilan rendah untuk budidaya kerapu, sejak tahun 2017 lalu. Pengembangan budidaya dilakukan setelah mendapatkan suntikan dana dari sebuah lembaga amal, hingga menjadj resto apung dan wisata bahari. Ini dilakukan, karena di pasaran harga kerapu anjlok Rp 90 ribu per Kg dengan masa budidaya 7 bulan.

"Dengan mengembangkan menjadi resto apung ini, kami bisa mendapatkan penghasilan tiap hari," papar Ahmad.

Untuk bisa ke resto apung, pengunjung akan diantar dengan transportasi perahu berkapasitas 10-15 orang. Selama perjalanan, pengunjung juga bisa menikmati indahnya panorama alam pegunungan Baluran. Harganya pun cukup terjangkau sesuai menu yang dipilih pengunjung.


Simak Juga 'Asyik Ngabuburit, Wanita dan Motornya Kecebur Laut Gegara Senggolan':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed