Dinkes Jatim Siapkan 1.584 Fasilitas Kesehatan Bagi Pemudik

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 13 Mei 2019 16:33 WIB
Kadinkes Jatim dr Kohar/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyiapkan beberapa antisipasi untuk menunjang fasilitas masyarakat saat mudik lebaran. Salah satunya 1.584 fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat saat mudik.

Kepala Dinkes Jatim Kohar Heri Santoso merinci dari 1.584 fasilitas kesehatan ini, terdiri dari 239 rumah sakit, 924 puskesmas, 243 tambahan pos pengamanan dan 178 klinik.

Ribuan fasilitas ini bisa diakses di sepanjang jalur mudik di Jatim. Kohar menyebut fasilitas ini tak hanya berada di jalanan tol saja, namun juga di jalanan umum.

"Jadi ada 1.584 fasilitas kesehatan yang tersebar bukan hanya di jalan tol," kata Kohar saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (13/5/2019).


Kohar mengatakan pihaknya telah menyediakan tenaga kesehatan untuk membantu mengoptimalkan pos kesehatan ini. Dia menyebut tenaga kesehatan akan diri menjadi tiga shift selama sehari penuh agar masyarakat bisa mengakses fasilitas kesehatan.

"Di tiap pos ada siftnya yaitu tiga shift. Nanti akan kita hitung kekuatan yang ada," imbuh Kohar.

Selama ini, Kohar menyebut pihaknya telah memantau kondisi para pemudik dengan mendatangi Perusahaan Otobus (PO). Selain itu, Dinkes Jatim juga aktif melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan pengemudi. Saat ditanya kapan pos kesehatan akan dibuka, Kohar mengatakan H-10 lebaran.

"Kemudian yang kedua sosialisasi kepada masyarakat. Nanti H-10 kita akan buka pos kesehatan karena pada saat itu puncak arus mudik," imbuh Kohar.


Di kesempatan yang sama, Kohar mengimbau masyarakat tetap memastikan keadaannya sehat agar tetap selamat saat mudik. Selain itu, dia meminta masyarakat membawa bekal yang cukup, termasuk obat-obatan.

"Selanjutnya upayakan pengemudi dan kendaraan pada kondisi prima. Saya meminta pemudik datang ke pos kesehatan kalau memang ada keluhan. Selain itu, istirahatlah 15 menit setiap setelah dua jam mengemudi. Kemudian kelola emosi ketika mengemudi," tuturnya.

Kohar tak memungkiri selalu ada berbagai keluhan dari pemudik misalnya kelelahan hingga dehidrasi. Namun jika ada hal-hal lain yang mengganggu keselamatan di jalan, Kohar menyarankan pengemudi untuk mencari pos kesehatan terdekat untuk memeriksakan kondisinya.

"Terperangkap dalam kemacetan semacam itu. Kalau yang masuk pos kesehatan itu umumnya karena ada kecapaian, tetapi ada penyakit penyaluran napas, saluran cerna, kita antisipasi kemudian biasanya habis puasa kemudian balas dendam makan berlebihan bisa deare dan lain sebagainya," pungkas Kohar.


Simak Juga 'Pemprov DKI Jakarta Sediakan Mudik Gratis, Apa Syaratnya?':

[Gambas:Video 20detik]

(hil/fat)