DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 12:55 WIB

Sistem Pengolahan Sampah di Surabaya Bikin Kagum Delegasi Negara ASEAN

Hilda Meilisa - detikNews
Sistem Pengolahan Sampah di Surabaya Bikin Kagum Delegasi Negara ASEAN perwakilan dari negara ASEAN mengunjungi sistem pengolahan sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan Surabaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Sejumlah perwakilan dari negara ASEAN mengunjungi sistem pengolahan sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan Surabaya. Para perwakilan ASEAN ini mengaku kagum dengan sistem yang digunakan Surabaya.

Sekjen ASEAN Lim Jock Choi mengatakan jika PDU Jambangan ini sangat menarik. Bahkan, Lim ingin mencontohkan sistem ini ke negara lain.

"Sangat menarik ya, inisiatifnya sangat luar biasa, terlebih menyikapi isu sampah plastik. Kami sangat senang bisa melihat ini. Saya kira ini bisa menjadi contoh bagaimana manajemen pengelolaan sampah di ASEAN, dan harus ditiru oleh kota-kota di ASEAN. Kita harus terus menjaga inisiatif ini dan semoga tahun depan bisa bertemu lagi ya," kata Lim usai berkeliling di PDU Jambangan Surabaya, Jumat (3/5/2019).

Di kesempatan yang sama, Lim juga mengapresiasi kinerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dia mengatakan Surabaya paham bagaimana mengatasi isu pengelolaan sampah.


Para pekerja sedang memilah sampahPara pekerja sedang memilah sampah Foto: Hilda Meilisa Rinanda


"Tadi saya katakan tempat ini sangat kreatif. Memang tidak lepas dari Wali Kota Surabaya yang sangat luar biasa dan sangat paham bagaimana mengatasi isu pengelolaan sampah, terlebih soal lingkungan. Sebagai salah satu pimpinan kawasan, saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh wali kota dan ini bisa menjadi solusi lingkungan dan kesejahteraan di masa depan," tambah Lim.

Sementara itu, Dubes Myanmar untuk ASEAN H.E.U Min Lwin mengaku kagum dengan petugas di PDU Jambangan. Dia menyebut para petugas rela bergumul dengan sampah demi kebersihan lingkungan.

"Sudah sangat manusiawi kalau kita pergi ke restoran kita sangat siap dan senang. Tapi kalau kita pergi ke tempat pengelolaan sampah, kita enggan-engganan," ucap Min Lwin.

"Ini menggambarkan bahwa makan lebih penting daripada mengelola sampah. Namun, apa yang dikelola oleh Jambangan sangat luar biasa. Saya sangat kagum. Tadi saya menulis komentar "without you the whole city will be dirty"," imbuhnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed