DetikNews
Kamis 25 April 2019, 14:14 WIB

Bupati Malang Nonaktif Rendra Kresna Dituntut 8 Tahun Penjara

Suparno - detikNews
Bupati Malang Nonaktif Rendra Kresna Dituntut 8 Tahun Penjara Bupati non aktif Rendra Kresna di persidangan (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Bupati Malang nonaktif, Rendra Kresna dituntut delapan tahun penjara. Rendra menjadi terdakwa usai terlibat kasus dugaan suap Rp 7,5 miliar.

Surat tuntutan itu dibacakan di ruang Cakra, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Abdul Basir yang menilai jika terdakwa Rendra melanggar pasal 12 B UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Selain itu jaksa juga memperhatikan hal hal yang memberatkan seperti terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas korupsi serta tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa berprilaku sopan serta telah membayar sebagian uang pengganti.


"Dengan ini terdakwa dituntut delapan tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan," kata Abdul Basir, saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Kamis, (25/4/2019).

Selain itu terdakwa wajib mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 4,075 miliar dalam jangka waktu satu bulan. Jika tidak dapat membayar akan disita harta benda sesuai dengan total uang pengganti tersebut.

"Jika tidak memenuhi akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun," tambah Abdul Basir.

Mendengar putusan itu, terdakwa hanya tertunduk lesu. Hakim ketua Agus Hamzah meminta terdakwa berkonsultasi kepada kuasa hukumnnya untuk pledoi yang akan dilakukan.

Hakim Agus Hamzah akan melanjutkan sidang pada Kamis 2 Mei 2019 dengan agenda pledoi. Usai sidang, JPU Abdul Basir mengaku tuntutan yang tinggi itu lantaran terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

"Ini menjadi pertimbangan kami memberikan tuntutan tinggi," jelasnya.


Kasus ini bermual saat terdakwa bersama dengan para pengusaha yang tergabung dalam tim sukses melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha sepakat menyumbangkan dana dengan jumlah yang bervariasi. Terdakwa berjanji akan mengembalikan uang itu melalui proyek yang nantinya akan diatur.

Setelah tercapai kesepakatan, terkumpulah uang senilai Rp 11 miliar dari pengusaha Iwan Kurniawan, Direktur PT Anugrah Citra Abadi, dan Rp 20 miliar dari patungan para pengusaha lain. Hingga akhirnya, pada Oktober 2010 Rendra terpilih dan dilantik menjadi Bupati Malang.

Beberapa hari setelah dilantik, Bupati Rendra menepati janjinya. Ia pun mengumpulkan Kabag Lelang dan kepala dinas lainnya. Ia memerintahkan agar proyek lelang disetting sedemikian rupa, sehingga dapat dimenangkan oleh tim suksesnya.

Setelah itu, pertemuan-pertemuan berkelanjutan antara tim sukses Bupati Rendra bersama dengan para kepala dinas terus dilakukan. Bahkan, telah diatur pula tim hacker khusus yang nantinya berperan untuk memenangkan proyek pada perusahaan milik dari para tim sukses Bupati Rendra.


Simak Juga "Bupati Malang Rendra Kresna Ditahan KPK!":

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed