DetikNews
Rabu 24 April 2019, 15:13 WIB

Seorang Polisi di Lamongan Tumbang Karena Kelelahan Kawal Pemilu

Eko Sudjarwo - detikNews
Seorang Polisi di Lamongan Tumbang Karena Kelelahan Kawal Pemilu Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung saat menjenguk Aan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Tidak hanya penyelenggara Pemilu 2019 yang pada 'tumbang' karena kelelahan. Seorang polisi di Lamongan juga harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena kelelahan dalam mengawal pesta demokrasi tahun ini.

Seorang polisi yang dimaksud yakni anggota Polres Lamongan Bripka Aan Taufani. Polisi yang ditugaskan untuk pengamanan Pemilu di Kecamatan Kembangbahu itu harus menjalani rawat inap di ruang perawatan Dahlia 105 RSUD dr Soegiri Lamongan, jalan Kusuma Bangsa.

"Kelelahan karena jaga Pemilu, menjadi salah satu penyebabnya," kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung saat menjenguk Aan di ruang Dahlia 105, Rabu (24/4/2019).


Menurut Feby, lelahnya anggota kepolisian memang wajar. Itu karena mereka tidak hanya bertugas di tingkat PPS. Tapi harus berlanjut ke pengamanan untuk rekapitulasi penghitungan ke kecamatan.

"Karena yang bersangkutan dirawat di rumah sakit, maka untuk tugas di Kembangbahu akan digantikan oleh personel lainnya," imbuh Feby.

Ia berharap Aan lekas pulih dan bisa melaksanakan tugas sebagai seorang Polri. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Feby memberi bantuan yang diserahkan langsung pada Aan yang masih berbaring dan diinfus.

Lebih jauh Feby menjelaskan, selain Aan masih ada satu lagi polisi yang juga tumbang karena kelelahan selama proses Pemilu 2019. "Ada satu lagi tapi sekarang sudah sembuh," tambah Feby tanpa menyebut nama anggota yang dimaksud.


Sementara petugas RSUD dr Soegiri, Budi Wignyo mengatakan, hasil laboratorium pasien atas nama Aan kondisi saat ini leukositnya hanya 20.300 sel/mm3. Selain itu bisa dipastikan daya tahan tubuh Aan menurun.

"Pemeriksaan tipes maupun demam berdarah negatif. Estimasi setidaknya tiga hari lagi bisa pulang. Tapi juga masih tergantung dengan hasil pemeriksaan ulang nanti," lanjut Budi.

Hingga saat ini Aan terbaring sakit dan ditemani saudaranya. Sang istri, menurut Aan, sedang dalam kondisi hamil sehingga tidak bisa menunggu dirinya di rumah sakit.


Simak Juga "90 Petugas KPPS Meninggal, Format Pemilu Tak Efektif":

[Gambas:Video 20detik]


(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed