DetikNews
Senin 22 April 2019, 17:49 WIB

PKB Probolinggo Merasa Dicurangi, Ini Penjelasan KPU dan Bawaslu

M Rofiq - detikNews
PKB Probolinggo Merasa Dicurangi, Ini Penjelasan KPU dan Bawaslu Proses rekapitulasi surat suara di Kecamatan Kraksaan/Foto: M Rofiq
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Probolinggo - Wakil Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo Mustofa memprotes hasil perolehan suara Pemilu 2019. Ia menduga ada kecurangan yang merugikan partai hampir di 70 persen wilayah Kabupaten Probolinggo.

Menurut Mustofa, ada kejanggalan antara jumlah suara yang tertera di form C1 Plano dengan form C1 salinan yang dipegang saksi. Kejanggalan itu hampir ditemukan di seluruh TPS yang tersebar di 24 kecamatan.

Kejanggalan selisih perolehan suara ia buktikan dengan membawa beberapa form C1 salinan. Form tersebut menunjukkan perolehan suara PKB di salah satu TPS Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.


"Misal di TPS Desa Kalibuntu, PKB seharusnya jika ditotal mendapat sekitar 65 suara. Namun oleh PPS ditulis 45 suara. Ada juga di TPS 14 Desa yang sama, seharusnya mendapat 33 suara namun ditulis 23 suara," kata Mustofa saat ditemui di Kantor Kecamatan Kraksaan, Senin (22/4/2019).

Bagi Mustofa, temuan tersebut sangat merugikan partai. Sebagai perwakilan PKB, ia meminta mediasi dengan para penyelenggara Pemilu.

Kemudian jika mediasi tersebut mengalami jalan buntu, Mustofa menyampaikan bahwa PKB akan menempuh jalur hukum. Menanggapi protes tersebut, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim memastikan, dugaan adanya masalah suara PKB di sebagian besar wilayah Probolinggo tidak benar.


Lukman menjamin kekeliruan input data atau jumlah di form C1 salinan, hanya terjadi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. "Kita jamin selisih atau perbedaan perolehan suara hanya terjadi di TPS Desa Kalibuntu. Dan hari ini form C1 Plano yang tersegel akan dihitung di Kecamatan," ujarnya.

Pendapat senada juga disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Fathul Qorrib. Menurutnya, dugaan tersebut tidak benar karena setiap kecamatan sudah mendapatkan pengawasan dari pihaknya.

"Kalo kami dari segi pengawasan, semua permasalahan dapat diselesaikan. Namun jika nantinya ada keberatan dari saksi terkait selisih perolehan suara di form C1 Plano dan salinan, tentunya kita akan mengusulkan membuka form C1 Plano," pungkasnya.


Simak Juga 'KPU Cek Ada Tidaknya Unsur Kesengajaan soal Kesalahan Input Suara':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/iwd)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed