DetikNews
Senin 22 April 2019, 08:53 WIB

Warga Sidoarjo Andalkan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur

Suparno - detikNews
Warga Sidoarjo Andalkan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur Praktik akupresur Kelompok Telulikur di Sidoarjo/Foto: Suparno
Sidoarjo - Warga Sekardangan, Sidoarjo yang tergabung dalam kelompok asuhan mandiri (Aman) Pesona Telulikur memiliki cara jitu untuk menjaga dan mengobati gangguan kesehatan secara mandiri. Yakni dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga (toga) dan ketrampilan akupresur.

Ketua Pesona Telulikur Esther Erawati mengatakan, kelompok tersebut telah dibentuk sejak 2018 lalu. Hingga kini mereka telah memiliki beberapa kegiatan rutin.

Seperti pemeliharaan dan perawatan kebun tanaman obat keluarga dan edukasi pembuatan ramuan serta olahan dari tanaman tersebut. Kemudian edukasi ketrampilan akupresur dan berbagi ilmu serta pengalaman tentang pemanfaatan toga dan akupresur kepada masyarakat.


"Dalam penerapan ilmu akupresur, kami lakukan untuk menjaga kesehatan dan pengobatan penyakit ringan secara mandiri khususnya pada keluarga," kata Esther kepada detikcom, Senin (22/4/2019).

Esther menambahkan, untuk mendapatkan manfaat dari tanaman obat keluarga, tanaman tersebut bisa diolah secara alami dan mandiri. Seperti dengan menjadikan sebagai minuman, makanan serta kudapan.

Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo, Edi Priyanto merupakan penanggung jawab kegiatan kelompok Pesona Telulikur. Ia mengaku gembira melihat banyak warga yang begitu antusias memanfaatkan toga. Termasuk ketrampilan akupresur guna menjaga kesehatan bahkan bisa mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri. Yang dianggap mudah dilakukan dan tanpa perlu mengeluarkan biaya.


Edi mengatakan, jumlah tanaman obat keluarga di lingkungannya mengalami peningkatan. Pada 2017 tercatat hanya memiliki 23 jenis toga. Setahun berselang menjadi 33 jenis. Kemudian saat ini di Kampung Edukasi Sampah itu kini mereka sudah menanam 47 tanaman obat keluarga.

"Ratusan siswa dan masyarakat yang telah berkunjung ke tempat kami untuk belajar tentang pengelolaan sampah, namun juga belajar tentang budidaya hidroponik dan pemanfaatan tanaman obat keluarga serta ketrampilan akrupresur," kata Edi.

"Mudah-mudahan Kampung Edukasi Sampah ini mampu memberikan manfaat buat masyarakat luas untuk belajar dan menjadi sebuah role model. Tak hanya dalam pengelolaan sampah secara mandiri dan produktif, namun juga dalam hal pemanfaatan lahan terbatas untuk budidaya hidroponik dan pemanfaatan tanaman obat keluarga serta ketrampilan akupresur," pungkas Edi.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed