DetikNews
Minggu 21 April 2019, 07:25 WIB

Round-Up

Kepikiran Selisih Surat Suara, Ketua KPPS di Malang Hampir Kehilangan Nyawa

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kepikiran Selisih Surat Suara, Ketua KPPS di Malang Hampir Kehilangan Nyawa Lokasi Subali tusuk perut sendiri (Foto: Istimewa)
Malang - Seorang ketua KPPS di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya dengan golok. Aksi nekatnya diketahui dan dia segera dilarikan ke rumah sakit.

Ketua KPPS itu adalah adalah Subali. Pria 42 tahun itu merupakan Ketua KPPS 07 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Korban tengah menjalani perawatan medis di RS Panti Nirmala, Kota Malang.

Peristiwa terjadi pada Sabtu (20/4) pagi saat rumah dalam keadaan sepi. Istri Subali saat itu sedang keluar menghadiri peringatan Hari Kartini. Subali yang berada di dalam kamar tiba-tiba menusuk perutnya denan golok. Golok itu merupakan senjata koleksi Subali sendiri. Golok itu ditusukkan ke perutnya berulang kali.

"Kejadiannya tadi pagi di rumah korban, anak tetangga yang kebetulan masuk rumah mengetahui dan langsung teriak dan mengundang kehadiran warga. Bagian perutnya ditusuk pakai senjata tajam yang merupakan koleksi korban sendiri," ujar Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi ditemui detikcom di kantor Kecamatan Kedungkandang Jalan Mayjen Sungkono, Sabtu (20/4/2019), sore.

Menurut Suko, tim medis sedang mempersiapkan operasi terhadap luka yang dialami korban. Sejauh ini, kondisi korban masih dalam penanganan intensif. "Akan dilakukan operasi," tutur Suko.

Suko sendiri belum mengetahui degan pasti penyebab Subali mencoba bunuh diri. Tetapi dari keterangan warga dan istri Subali, aksi nekat itu diduga dilakukan Subali karena ia stres.


Subali mendapatkan perawatan intensifSubali mendapatkan perawatan intensif (Foto: Istimewa)


Penyebab Subali stres diduga karena memikirkan selisih surat suara dalam penghitungan di TPS.

"Informasi begitu, korban mikir terus soal adanya selisih surat suara. Padahal tidak ada masalah, hanya korban saja terbawa dan terus memikirkan itu," kata Suko

Dikatakan Suko , kegelisihan korban mulai saat proses penghitungan di TPS. Setelah semua selesai, korban tetap saja memikirkan hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

"Sampai istrinya bilang, tidak usah dipikirkan. Kan prosesnya telah berlalu. Dikatakan pada surat suara DPD dan DPRD kota ada selisih empat atau tiga suara saja, tetapi yang sebenarnya tidak ada," tutur Suko.

Subali sendiri merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di bagian rumah tangga rektorat Universitas Brawijaya. Seharinya korban juga menjabat sebagai Ketua RT 08 Kelurahan Lesanpuro.

"Pada pemilu kemarin, korban mendapat mandat sebagai Ketua KPPS 07. Semua proses dari pencoblosan sampai penghitungan sudah dilakukan oleh korban, tidak ada masalah sebenarnya," papar Suko.


Simak Juga "Kelelahan, Saksi di TPS Sulawesi Selatan Meninggal Dunia":

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed