DetikNews
Sabtu 20 April 2019, 18:21 WIB

Ketua KPPS Tusuk Perut Sendiri Diduga Stres Memikirkan Selisih Surat Suara

Muhammad Aminudin - detikNews
Ketua KPPS Tusuk Perut Sendiri Diduga Stres Memikirkan Selisih Surat Suara Subali, Ketua KPPS, masih dalam perawatan (Foto: Istimewa)
Malang - Motif di balik aksi nekat Subali, Ketua KPPS 07 Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang menusuk perutnya sendiri masih misteri. Namun ada dugaan, korban stres setelah ada selisih surat suara. Benarkah demikian?

"Informasi begitu, korban mikir terus soal adanya selisih surat suara. Padahal tidak ada masalah, hanya korban saja terbawa dan terus memikirkan itu," ujar Kapolsek Kedungkandang Kota Malang Kompol Suko Wahyudi ditemui detikcom disela pengamanan penghitungan suara di kantor Kecamatan Kedungkandang Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang, Sabtu (20/4/2019).

Dikatakan, kegelisihan korban mulai saat proses penghitungan di TPS. Setelah semua selesai, korban tetap saja memikirkan hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi.


"Sampai istrinya bilang, tidak usah dipikirkan. Kan prosesnya telah berlalu. Dikatakan pada surat suara DPD dan DPRD kota ada selisih empat atau tiga suara saja, tetapi yang sebenarnya tidak ada," tutur Suko Wahyudi.

Kegelisihan Subali semakin menapaki puncaknya pada pagi hari tadi. Ketika istrinya sedang mengikuti peringatan Hari Kartini, Subali yang diam sendiri di dalam rumah, mendadak mengambil golok koleksi pribadinya.

Senjara tajam itu kemudian ditusukan ke bagian perutnya sebanyak dua kali. Darah keluar dari luka yang dialami, seorang anak kecil tak sengaja masuk ke dalam rumah mengetahui kejadian itu dan berteriak memanggil warga.

"Yang tahu pertama anak kecil, anak tetangga korban yang tinggal di Lesanpuro gang 2. Warga kemudian datang untuk melihat apa yang terjadi. Tahu korban terluka segera dibawa ke rumah sakit," cerita Suko.


Korban kini tengah dalam perawatan intensif di RS Panti Nirmala. Latar belakang dari aksi nekatnya masih belum diketahui dengan pasti.

"Korban sudah ada di rumah sakit. Sekarang kita fokus pengamanan penghitungan di tingkat PPK (kecamatan), kemungkinan akan memakan waktu lama, karena ada 12 kelurahan untuk wilayah Kecamatan Kedungkandang," tutup Suko.

Sementara Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husein juga mengaku, baru akan bertolak menjenguk korban di rumah sakit. Tujuannya pertama melihat kondisi korban dan mengungkap motif dibalik aksi nekatnya.

"Kami belum tahu pasti apa persoalannya, rencana kami baru akan ke rumah sakit untuk menjenguk korban," tegas Ashari terpisah.


Saksikan juga video 'KPU Akan Santuni Petugas KPPS yang Meninggal Saat Tugas':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed