DetikNews
Sabtu 20 April 2019, 13:31 WIB

Salah Input Data, 5 TPS di 2 Kecamatan Lamongan Lakukan Hitung Ulang

Eko Sudjarwo - detikNews
Salah Input Data, 5 TPS di 2 Kecamatan Lamongan Lakukan Hitung Ulang Penghitungan suara ulang di TPS lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Memasuki tahapan rekapitulasi tingkat kecamatan, ternyata masih ada sejumlah TPS di Lamongan yang melakukan penghitungan ulang surat suara. Data Bawaslukab Lamongan menyebut setidaknya 5 TPS di 2 kecamatan harus melakukan penghitungan suara ulang.

Ketua Bawaslu Lamongan Miftahul Badar membenarkan kalau ada sejumlah TPS di Lamongan yang terpaksa harus melakukan penghitungan ulang pada saat rekapitulasi tingkat kecamatan. Penghitungan ulang surat suara ini, kata Badar, terjadi di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Kalitengah dan Sekaran.

"Data yang masuk ke Bawaslu Lamongan, ada setidaknya 5 TPS di 2 Kecamatan, yaitu di Kecamatan Sekaran dan Kalitengah, yang melakukan penghitungan ulang surat suara," kata Miftahul Badar kepada detikcom, Sabtu (20/4/2019).


Dikatakan Badar, penghitungan ulang surat suara tersebut seperti yang terjadi di TPS 06 Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah yang terpaksa dilakukan karena adanya kesalahan ketika melakukan input perolehan suara. Badar menyebut, kesalahan input suara tersebut mengakibatkan adanya selisih suara pada surat suara untuk DPRD kabupaten.

"Hari pertama sudah ada dua kecamatan itu dan itu karena ada kekeliruan saat meng-input data sehingga tidak sama," jelas Badar.

Untuk hari ini, lanjut Badar, rekapitulasi tingkat kecamatan dijadwalkan akan digelar di 15 kecamatan di Lamongan. Untuk itu, kata Badar, pihaknya menghimbau kepada tim kampanye dan parpol untuk menyiapkan maksimal 2 saksi pada saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan ini berlangsung.

"Bawaslu Lamongan mengimbau agar setiap peserta pemilu dapat menugaskan saksi maksimal sebanyak 2 orang di dalam setiap kelompok, yang menjadi saksi secara bergantian pada proses rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dilakukan ditingkat PPK sesuai ketentuan PKPU Nomor 4 Tahun 2019," terangnya.


Sementara, kepolisian Lamongan hingga kini masih bersiaga untuk mengamankan kotak dan surat suara yang disimpan di gudang PPK masing-masing kecamatan. Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung secara bergiliran memantau petugas pengamanan yang mengamankan kotak dan surat suara.

"Kami minta petugas pengamanan, baik TNI maupun Polri, untuk selalu mengecek kondisi gudang penyimpanan logistik pemilu 2019," kata Feby kepada wartawan di sela-sela pengecekan pengamanan logistik Pemilu 2019 di PPK Lamongan Kota didampingi Kapolsek Lamongan Kota.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed