DetikNews
Sabtu 20 April 2019, 12:53 WIB

Polisi Kawal Ketat Rekapitulasi Hingga Tingkat PPK

Enggran Eko Budianto - detikNews
Polisi Kawal Ketat Rekapitulasi Hingga Tingkat PPK Personel bersenjata lengkap mengawal rekapitulasi suara (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Proses penghitungan suara tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Jombang dijaga ketat polisi bersenjata api. Korps berseragam cokelat ini akan menindak tegas setiap perusuh yang ingin merusak atau mencuri logistik hasil Pilpres dan Pileg 2019.

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widianto mengatakan, pada tahap penghitungan suara ini pihaknya menerjunkan 235 personel. Sebagian personel telah dia tugaskan untuk menjaga proses penghitungan suara di 21 kantor kecamatan yang ada di Kota Santri.

Menurut Fadli, penghitungan suara di tingkat PPK itu dijaga dengan ketat. Setiap kantor kecamatan saat ini dijaga 6 polisi, 2 TNI, serta 5 anggota Linmas. Petugas melakukan penjagaan menggunakan senjata api laras panjang maupun laras pendek.

"Untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada Polri dalam pengamanan surat suara dan dokumen penting hasil Pilpres dan Pileg. Kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas, keras dan terukur bagi meraka yang coba-coba untuk berbuat kriminal dengan merusak atau mencuri logistik hasil Pemilu 2019," kata Fadli kepada detikcom, Sabtu (20/4/2019).


Dia telah memberikan instruksi kepada seluruh anggotanya yang kini bertugas menjaga penghitungan suara di PPK untuk menindak tegas setiap perusuh. Menurut Fadli, langkah ini ditempuh untuk memastikan surat suara maupun dokumen penting lainnya hasil Pemilu 2019 tetap terjaga kemurniannya.

"Saya sudah perintahkan seluruh Kapolsek dan anggota di lapangan yang telah dilengkapi baik senjata laras pendek maupun laras panjang untuk menindak tegas jika masih saja ada yang ingin mengacaukan jalannya demokrasi di Indonesia," tegasnya.

Fadli menjelaskan, KPU sebagai penyelenggara Pemilu telah bekerja secara transparan. Setiap orang kini bisa mengawasi penghitungan suara, baik secara langsung di TPS, PPK dan KPU, maupun secara online melalui situs resmi KPU.

Oleh sebab itu, dia menilai jika ada kelompok yang ingin mencuri dan berusaha mengubah hasil Pemilu sebagai pihak yang tidak paham sistem demokrasi di Indonesia saat ini. Dia juga menilai orang-orang yang ingin merusak dan membakar sebagai pihak yang ingin membuat kacau keamanan dan membuat rusuh Indonesia.


"Pihak-pihak ini yang kami tidak akan segan-segan untuk kami lakukan tindakan tegas keras dan terukur di tempat," terangnya.

Fadli mengimbau semua pihak menghormati hasil proses demokrasi yang merupakan suara rakyat Indonesia. "Kami Polri yang dibantu oleh TNI, Linmas serta KPU dan Bawaslu akan mengamankan suara rakyat tersebut dengan semua kekuatan dan perlengkapan yang kami miliki," ungkapnya.

Komisioner Divisi Teknis KPU Jombang Ja'far menambahkan, saat ini penghitungan suara berlangsung di tingkat PPK atau tingkat kecamatan. Surat suara dari 4.295 TPS telah dikirim ke setiap kantor kecamatan.

"Hari ini penghitungan suara masih di tingkat kecamatan sampai tanggal 4 Mei. Masih banyak waktu," tandasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed