DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 13:16 WIB

Jaga Agar Tak Rusak, Warga Pagari Situs di Tol Pandaan-Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Jaga Agar Tak Rusak, Warga Pagari Situs di Tol Pandaan-Malang Pagar yang dibuat warga untuk melindungi situs Sekaran (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Warga Dusun Sekaran, mulai memagari area situs di tol Pandaan-Malang. Pemagaran untuk melindungi area situs yang baru saja dilakukan penggalian. Warga tidak mau peninggalan bersejarah itu rusak.

Pagar dibuat dari bambu yang kemudian dianyam untuk bisa menjadi penyekat. Koordinator keamanan Tamari (54), mengaku, banyak masyarakat yang datang memilih untuk mendekati area situs. Padahal, situs Sekaran banyak berupa tatanan bata yang rawan rusak, jika terinjak.

"Pagar kami pasang untuk melindungi, karena banyak yang datang memilih untuk mendekat, kami khawatir bata yang ditemukan pecah dan rusak," ungkap Tamari ditemui detikcom di lokasi situs Sekaran, Senin (25/3/2019).

Sebelumnya, kata Tamari, ada bata yang pecah karena diduga terinjak. Hal ini khawatirkan akan terjadi kembali, jika pengunjung nekat berfoto dengan mendekati tatanan bata.

"Yang datang untuk foto-foto ingin dekat, padahal area situs banyak bata-bata yang harus dijaga dan dilindungi. Kalau warga sini (Sekaran), mengerti, tetapi yang dari luar daerah yang kita khawatirkan," ungkap Tamari.

Warga juga membuat model pengamanan secara bergilir. Masing-masing RT diambil satu orang dalam setiap shif jaga yang berjumlah empat orang.


Foto: Muhammad Aminudin


"Kita buat shif jaga bergiliran, satu RT diambil satu orang. Dalam satu shif yang jaga berjumlah 4 orang ditambah satu Linmas. Untuk malam semua terlibat mengawasi," beber Tamari.

Menurut dia, pengunjung bukan saja pada siang hari. Melainkan pada malam hari, sejumlah orang pernah terlihat datang. Mereka bersemedi dan membakar dupa di lokasi situs.

"Malam juga ada, pernah kita usir. Karena khawatir akan merusak adanya situs. Apa yang sudah ditemukan merupakan sejarah dari dusun kami, makanya harus dijaga kelestariannya," tegas Tamari.

Situs Sekaran berada di Km 37+700 tol Pandaan-Malang, tepatnya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sebelumnya tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan penggalian selama 10 hari. Sejumlah tatanan bata ditemukan, hingga memperkirakan situs Sekaran adalah komplek permukiman kuno Pra-Majapahit yang didalamnya berdiri tempat peribadatan.

Hari ini, BPCB Jawa Timur akan menyerahkan rekomendasi hasil ekskavasi situs Sekaran kepada Jasa Marga Pandaan-Malang. Pertemuan digelar siang nanti juga menyusun rencana pengalihan Km 37+700 karena ditemukan situs Sekaran.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed