DetikNews
Sabtu 23 Maret 2019, 15:35 WIB

Selama 3 Bulan, Siswa di SMP Banyuwangi Ini Sering Mendapat Jam Kosong

Ardian Fanani - detikNews
Selama 3 Bulan, Siswa di SMP Banyuwangi Ini Sering Mendapat Jam Kosong SMPN 2 Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Puluhan wali murid SMPN 2 Banyuwangi berdatangan ke sekolah tempat anaknya menimba ilmu. Mereka protes terhadap pihak sekolah karena banyaknya jam kosong di kelas.

Wali murid meminta sekolah segera mengatasi jam pelajaran yang kosong yang merugikan siswa karena belajar tanpa didampingi guru pengajar.

Salah satu wali murid, Mustakim mengaku anaknya mengeluhkan banyaknya jam kosong di sekolahnya. Kekosongan mata pelajaran itu, aku Mustakim, membuat para murid keluyuran keluar kelas. Sehingga target pendidikan yang diatur kurikulum menjadi kurang maksimal.

"Sejak anak saya sekolah di situ sering jam pelajaran kosong karena tidak ada gurunya. Keluhan yang saya usulkan sama dengan wali murid lain," keluh Mustakim kepada wartawan, Sabtu (23/3/2019).


Sekretaris Komite SMPN 2 Banyuwangi, Lisa Indriyani membenarkan adanya protes dari walimurid itu. Sebelumnya, pihak komite sempat di undang oleh Paguyuban Wali Murid untuk membahas masalah itu.

"Tanggal 16 Maret 2019, kita diundang paguyuban wali murid. Ya hampir tiap hari terdapat jam kosong," kata Lisa.

"Di Kelas VII ada guru yang ngisi absensi tapi tidak masuk kelas. Ada pula oknum guru yang tidak pernah hadir melakukan KBM. Imbasnya banyak murid berkeliaran di sekitar sekolah ketika jam kosong," beber wali murid Kelas IX.

Dalam pertemuan itu, Paguyuban Wali Murid SMPN 2 Banyuwangi meminta jam kosong segera ditiadakan. Mereka bahkan meminta kepastian kehadiran kepala sekolah yang memasuki masa persiapan pensiun.

"Jam kosong berlangsung sejak Januari-Maret 2019. Namun tidak tiap hari, awal semester dan akhir Maret. Jam kosong terjadi lantaran tiga guru pensiun, tiga menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sementara pihak sekolah hanya diberi kewenangan untuk mengangkat tiga guru honorer," jelas Lisa pasca pertemuan.


Kepala Sekolah SMPN 2 Banyuwangi, Subiantoro, membantah adanya jam kosong di sekolahnya. Meskipun tidak ada guru pengajar para siswa di tinggali tugas supaya dikerjakan.

"Guru berhalangan karena ada tugas luar. Terus ada 4 guru pensiun serta tiga guru honorer yang diangkat di sekolah lain," tepisnya.

Langkah jangka pendek yang ditempuh dengan cara memaksimalkan guru yang ada. Subiantoro mengakui jika di sekolahnya kekurangan tenaga pendidik sehingga ada pengajar yang tugasnya berlipat. Masalah kekurangan guru sudah dilaporkan di Dinas Pendidikan. Namun persoalan ini ternyata mendera beberapa sekolah SMP lain.

"Guru kesenian mengajar 16 jam. Kalau ditinggal ke Surabaya tentu harus kehilangan jam itu," pungkasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed