DetikNews
Jumat 16 November 2018, 10:15 WIB

Tersangka Korupsi Benih Kedelai Rp 1,3 M Merasa Jadi Korban

Charolin Pebrianti - detikNews
Tersangka Korupsi Benih Kedelai Rp 1,3 M Merasa Jadi Korban Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Wanda Kristina warga Mlilir, Madiun sebagai vendor penyediaan barang dalam program pemerintah untuk perluasan lahan kedelai di Ponorogo, dijebloskan ke penjara. Tersangka kedapatan melakukan penyimpangan dari kesepakatan awal dari 160 ton kedelai yang seharusnya dikirim hanya ada 58 ton saja. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,3 M.

Tersangka menjalani pemeriksaan di ruang pidana khusus Kejari Ponorogo selama 5 jam. Tanpa memakai rompi tahanan, sekitar pukul 20.05 WIB tersangka digelandang menuju mobil yang mengantar ke Lapas Klas II B di Jalan Soekarno-Hatta, Ponorogo.

"Saya ini korban, sebenarnya saya sudah menyiapkan benih kedelai di penangkar. Tanggal 23 (November) ini dikirim," tutur Wanda saat ditemui usai menjalani pemeriksaan di Kejari Ponorogo, Jalan MT. Haryono, Kamis (15/11/2018) malam.


Menurutnya, meski benih kedelai belum terkirim pihaknya merasa dikorbankan dan disangka melakukan tindak pidana korupsi. Wanda sempat menolak ditahan karena merasa tidak bersalah.

Dari pantauan detikcom, Wanda terlihat memakai baju kuning didampingi pengacaranya, Indiyanto. Sebelum dilakukan penahanan, tersangka sempat menolak ditahan karena merasa tidak bersalah. Namun jaksa tetap menahan Wanda karena yakin tersangka melakukan tindak pidana korupsi.

Wanda Kristina ditunjuk oleh Dinas Pertanian Jatim sebagai vendor dalam perluasan penanaman lahan kedelai. Program ini ditujukan untuk 72 kelompok tani. Dana Rp 3,98 M dikucurkan untuk memenuhi benih kedelai, pupuk serta saprodi petani. Namun dana sebesar itu masuk ke rekening pribadi WK. Dari kesepakatan 160 ton benih kedelak, WK hanya mengirim 58 ton saja.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed