DetikNews
Sabtu 29 September 2018, 16:29 WIB

Anies Usulkan Disertasi Pius Lustrilanang Jadi Panduan Pilkada

Muhammad Aminudin - detikNews
Anies Usulkan Disertasi Pius Lustrilanang Jadi Panduan Pilkada Anies berfoto bersama Pius seusai sidang. (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan disertasi politikus Gerindra, Pius Lutrilanang menjadi panduan penyelenggaraan Pilkada yang lebih baik. Dalam disertasinya, Pius meneliti pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Bagi Anies, temuan Puis banyak yang menarik karena terkait kepemimpinan dalam penyelenggaraan Pilkada.

"Bagi saya menarik, tentang pentingnya partisipasi dan pentingnya kepemimpinan yang bersifat kolaboratif, sehingga penyelenggaraan Pilkada berjalan dengan baik apabila unsur-unsur masyarakat terlibat dalam pemantauan, persiapan, hingga pelaksanaan pemilu," ujar Anies kepada wartawan usai sidang disertasi Pius di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Jalan MT Haryono, Kota Malang, Sabtu (29/9/2018).

Untuk itu, Anies mengusulkan agar disertasi tersebut dibukukan atau dijadikan panduan untuk Pilkada

"Saya usulkan temuan-temuannya dibukukan kecil, sebagai buku panduan penyelenggaraan Pilkada yang lebih baik," ujar Anies.


Ia juga berharap, penyelenggaraan pemilu lebih banyak memberikan ruang kepada partisipasi masyarakat. Dalam kasus Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang diteliti Pius, kehadiran masyarakat untuk mengawasi, memantau memiliki efek besar dalam lahirnya proses penyelenggaraan pemilu yang lebih bersih.

"Itu yang menjadikan menarik, bila unsur-unsur masyarakat terlibat dalam pemantauan, persiapan dan pelaksanaan maka akan membawa penyelenggaraan pilkada lebih bersih," tegas Anies.

Usai menjalani sidang disertasi, Pius menuturkan, pemimpin yang demokratis hanya bisa dihasilkan oleh pemilu yang dilaksanakan oleh penyelenggara, pengawas, dan masyarakat yang punya jiwa kepemimpinan publik yang demokratis dan kolaboratif.

"Yang bisa memegang satu visi yang sama dan melaksanakan setiap tahapan pemilu dengan cara-cara demokratis melibatkan semua pihak. Saya pilih DKI Jakarta, saya kebetulan ikut pemimpin kelompok relawan, saya bekerja sambil meneliti," tutur Pius terpisah.


Selama meneliti, Pius juga menemukan banyak kecurangan terjadi secara kasat mata, meskipun aturan begitu ketat dan penuh perhatian dari pengamat. "Saya lihat ada TPS-TPS putaran pertama menang luar biasa, DPT tidak jelas. Pada putaran kedua, begitu gencarnya operasi sembako di ibukota negara Republik Indonesia," paparnya.

"Tapi syukur alhamdulillah, lewat keterlibatan relawan semua upaya politik yang bisa ditangkal, akhirnya bisa menghasilkan pemimpin yang baik, terpilih bukan dari suara yang dibeli," bebernya.

Anies merupakan penguji eksternal dalam disertasi Pius di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Pius mengambil judul Penerapan Kepemimpinan Publik dalam Pilkada Langsung : Studi pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2017.



Saksikan juga video 'Anies Nilai Harus Ada Unit Pencegah Kekerasan di Dunia Olahraga':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed