DetikNews
Jumat 14 September 2018, 14:56 WIB

Tembok ini Diduga Jadi Pemicu Miseran Aniaya Tetangganya Hingga Tewas

Charolin Pebrianti - detikNews
Tembok ini Diduga Jadi Pemicu Miseran Aniaya Tetangganya Hingga Tewas Tembok yang diduga memicu Miseran menghabisi nyawa tetangganya sendiri. (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Miseran (46) diketahui tega menghabisi nyawa tetangganya sendiri, Lasmi (75) karena korban dianggap telah menyerobot tanah milik keluarganya.

Dari penelusuran detikcom, rumah Miseran dan Lasmi ternyata hanya berjarak sekitar 5 meter. Lokasi rumah Lasmi persis berada di depan Miseran, dan ada sebuah tembok yang membatasi keduanya.

Tembok itu sebenarnya berdiri di atas tanah pekarangan milik keluarga Miseran. Namun karena Lasmi telah membeli tanah itu dari saudara Miseran, ia pun membangun tembok tersebut.

Diduga tembok inilah yang menjadi pemicu amukan Miseran hingga menghabisi nyawa tetangganya tersebut. Miseran bersikeras tanah itu tidak pernah dijual.

"Itu tanah saya, kenapa kok ditembok. Kan saya marah, dia sudah tega sama saya," kata Miseran kepada detikcom, Jumat (14/9/2018).

Dari keterangan warga, Lasmi telah membeli tanah itu sejak tahun 1980-an. Keluarga Miseran sendiri telah memperingatkan agar bapak dua anak ini tidak mengganggu Lasmi, namun Miseran tetap saja kerap mengamuk. Bahkan seringkali melempari rumah Lasmi dengan batu.

Karena khawatir dengan keselamatan keluarganya, Lasmi lantas membangun tembok yang mengelilingi bangunan rumahnya yang terletak di Desa Josari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo tersebut.

Tembok selesai dibangun, Miseran justru gelap mata. Apalagi tiga bulan lalu, ibu Miseran baru saja meninggal dunia. Alhasil Miseran pun tinggal sendirian di rumah miliknya. Istri dan salah satu anak Miseran telah pergi meninggalkannya karena tidak kuat dengan perilaku Miseran yang cenderung temperamen dan diduga mengalami gangguan jiwa.

Ketua RT setempat, Nur Salim mengatakan dalam kesehariannya, Miseran dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang mau berkumpul dengan warga sekitar.

Ditambah lagi Miseran berulang kali diketahui menjalani pengobatan terkait gangguan kejiwaan yang dimilikinya, salah satunya ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta.

"Emosinya tidak stabil, itu yang buat warga takut. Sering ngamuk, tapi paling ngamuk ke Lasmi. Ketika dilerai warga, warga malah kena imbasnya, dia ikutan musuhi," jelasnya secara terpisah.

Anggota keluarga Miseran sendiri tinggal di desa lain. Melihat perilaku pria ini, keluarga juga enggan mendekat.

"Adiknya sebenarnya mau tinggal di rumah itu (rumah Miseran) tapi melihat kakaknya yang sering ngamuk itu, adiknya jadi takut juga," tandasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed