DetikNews
Kamis 30 Agustus 2018, 14:43 WIB

Cerita Natalie Tanasa Raih Tiga Medali di Ajang Wushu Internasional

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Cerita Natalie Tanasa Raih Tiga Medali di Ajang Wushu Internasional Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Dunia wushu Indonesia kembali diharumkan salah satu atletnya. Usai kemenangan Lindswell Kwok yang meraih medali emas pada Asian Games 2018, ada pula nama Natalie Chriselda Tanasa yang meraih dua emas dan satu perunggu di sebuah ajang wushu internasional.

Ketiga medali itu diperoleh mahasiswa yang mengambil Program Kekhususan Multimedia, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya ini saat berlaga di FISU World University Wushu Championship di Macau. Ajang ini merupakan turnamen wushu antarmahasiswa sedunia.

"Itu kompetisinya di Macau tanggal 2 sampai tanggal 5 Agustus kemarin. Terus di sana saya dapat medali dua emas dan satu perunggu," ujar Natalie saat ditemui detikcom di kampusnya, Jalan Tenggilis Surabaya, Kamis (30/8/2018).


Dalam ajang tersebut, Natalie berkompetisi dalam tiga nomor, di antaranya Tinju Utara, Pedang, serta Tombak.

"Yang emas di nomor Pedang, terus emas satunya lagi Tinju Utara, yang perunggunya nomor Tombak. Yang dapat medali emas pertama melawan negara China Taipei sama yang emas satunya lagi Malaysia sama Jepang," paparnya.

Natalie mengaku telah mempersiapkan dirinya untuk mengikuti kejuaraan ini sejak dua bulan lalu. Ia biasanya berlatih di gedung KONI Jatim. Namun karena ingin lebih fokus, satu bulan berikutnya Natalie memilih berlatih di China.

"Persiapannya kurang lebih dua bulan, sebulannya latihan di Indonesia di tim Jawa Timur, KONI, lalu satu bulan berikutnya untuk lebih intensifnya di China," ungkap Natalie.


Sebelum ini, Natalie sudah kerap menyabet medali di sejumlah kejuaraan wushu, baik lokal maupun internasional. Salah satunya medali perunggu dalam Sea Games Myanmar 2013 yang lalu.

"Kalau itu (mewakili Indonesia, red) diambil dari kejuaraan nasional sebelum-sebelumnya, jadi emang ada track record-nya. Kalau di Myanmar dulu dapat perunggu," imbuh perempuan yang sudah belajar wushu sejak umur 8 tahun ini.

Setelah memenangkan medali, Natalie tidak berpangku tangan. Ke depannya, ia sedang mempersiapkan diri mengikuti ajang Pra PON 2019. Ia juga mengaku ingin mewakili Indonesia di kejuaraan internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

"Kalau bisa diberi kesempatan lagi pengen ikut SEA Games, kalau bisa ya Asian Games," ungkapnya.

Natalie adalah salah satu dari tujuh atlet wushu yang dikirim mewakili Indonesia. Satu di antaranya adalah William Adinata, mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya. Dalam kejuaraan ini, William menyumbangkan dua medali, yaitu satu perak dan satu perunggu.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed