DetikNews
Kamis 26 Juli 2018, 21:34 WIB

Surabaya Disebut Lokasi Ideal untuk Investasi, Ini Sebabnya

Zaenal Effendi - detikNews
Surabaya Disebut Lokasi Ideal untuk Investasi, Ini Sebabnya MERR, salah satu kawasan properti yang masih berkembang di Surabaya. (Foto: Istimewa)
Surabaya - Baru sampai pertengahan tahun, tren investasi di Kota Surabaya terlihat terus mengalami peningkatan. Dari data yang ada, industri makanan olahan dari UKM adalah penyumbang terbesar.

Hingga semester I tercatat nilai investasi yang masuk ke Kota Surabaya mencapai Rp 37,03 triliun. Angka ini hampir mendekati target nilai investasi yang diharapkan selama tahun 2018.

"Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan pada tahun 2018 sebesar Rp 42,77 triliun," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya, Nanis Chairani, dalam acara penyelenggaraan koordinasi promosi investasi di Grand City Mall Surabaya, Kamis (26/7/2018).


Menurutnya, investasi pada sektor industri makanan (UKM) memberikan kontribusi yang cukup besar disusul sektor industri jasa seperti perhotelan dan restoran.

Nanis pun optimis dengan penghargaan yang baru diraih Kota Surabaya sebagai Kota Wisata Terbaik akan bisa menjadi daya tarik sendiri bagi investor.

"Surabaya tidak mempunyai potensi wisata alam. Namun kami terus berupaya untuk menarik investor. Tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri. Salah satu caranya dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur serta mempercantik kota ini. Pastinya mereka (investor) akan melihat sesuatu yang berbeda," ujarnya.

Dengan capaian semester I yang mendekati target, Nanis juga berharap di tahun 2019, investasi di Surabaya meningkat sekitar 5 persen. Bahkan diharapkan bisa mencapai pada kisaran 20% dari RPJMD yang sudah ditetapkan.

"Kalau dihitung pada semester I sekarang saja dari 42,77 triliun sudah mencapai 37,03 triliun. Insya Allah di akhir tahun ini bisa mencapai sebesar 20 persen," harap Nanis.


Kasi Promosi Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jawa Timur Isnugroho Sulistyono menambahkan, saat ini investasi yang paling menonjol di Surabaya terletak pada sektor jasa, baik perdagangan maupun jasa industri.

Namun menurutnya, penempatan zonasi wilayah tetap perlu dilakukan demi meningkatkan investasi di Surabaya. Tujuannya, agar tidak menumpuk atau terkonsentrasi di pusat kota atau kawasan tengah Kota Surabaya.

Semisal untuk investasi properti dapat dipusatkan di kawasan Surabaya Barat yang memang sedang berkembang, sedangkan kawasan Pusat atau tengah kota dapat ditawarkan investasi bisnis atau jasa (perkantoran).

"Dengan dibarengi penempatan zonasi daerah, saya kira Kota Surabaya menjadi suatu hal yang luar biasa untuk investasi," tambahnya.


Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (DEPARI) Jatim Yusak Anshori juga mengatakan bahwa potensi investasi di Surabaya dirasa sangat tinggi. Faktor pendukungnya antara lain perizinan yang mudah seperti Surabaya Single Window (SSW) dan akses masuk yang luas.

Pangsa pasar di Surabaya juga cukup besar, yaitu mencapai 3,2 juta orang. Ditambah lagi pengaruh kepala daerah juga menjadi daya tarik sendiri bagi para investor.

"Di Surabaya saya kira beliau (Wali Kota Risma, red) sering turun ke bawah. Berbagai kebijakannya itu bisa mampu meningkatkan investasi sebesar 20 persen," tutupnya.
(ze/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed