"Untuk jumlah pemudik terjadi kenaikan sebanyak 24%," ujar Hardjo di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Kamis (14/6/2018).
Hingga pagi ini pukul 06.00 WIB, ada sebanyak 17.612 penumpang dari 316 bus yang telah berangkat dari Terminal Purabaya. Sementara untuk jumlah penumpang saat puncak arus mudik juga mengalami kenaikan sebesar 4% dibanding tahun 2017 yang berjumlah 71 ribu penumpang. Untuk tahun ini jumlah penumpang mencapai 73.515.
"Pada puncak arus mudik di Terminal Purabaya terjadi pada haru Rabu kemarin dengan jumlah 73 ribu lebih penumpang. Hari ini masih mengalir tapi tidak sederas kemarin," kata Hardjo.
Dari data yang dihimpun detikcom, sebanyak 73.515 penumpang tersebut berangkat menggunakan 1.474 bus pada puncak arus mudik di terminal.
Sementara untuk tujuan terbanyak pemudik yakni Surabaya ke Yogyakarta untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan Surabaya-Jember-Banyuwangi untuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP).
Paling banyak yakni di jurusan Surabaya-Jember-Banyuwangi dengan 11.261 pemudik dan 228 bus ekonomi yang berangkat. Sementara untuk non-ekonomi ada 86 bus yang membawa 3.671 penumpang.
Untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) didominasi penumpang tujuan Solo dan Yogyakarta dengan 10.953 penumpang dan 208 bus ekonomi yang berangkat. Sedangkan untuk non-ekonomi ada 3.211 penumpang dengan jumlah 79 bus.
Tak hanya itu, Hardjo mengatakan adanya mudik gratis yang digelar di beberapa lokasi dan instansi di Surabaya turut mempengaruhi jumlah penumpang. Karena jika tidak ada mudik gratis, kemungkinan pemudik akan membludak di Terminal Purabaya.
"Mudik gratis pengaruh karena kalau tidak ada tentu penumpang lebih membludak lagi," katanya. (ze/iwd)











































