Ratusan Lansia Mendadak Nyantri di PP Darul Ulum Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 11:04 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Agar lebih khusyuk beribadah selama bulan Ramadan, 200 lansia rela meninggalkan keluarganya dan mondok di salah satu pesantren di Jombang selama satu bulan penuh.

Ratusan lansia yang terdiri atas laki-laki dan perempuan ini 'nyantri' di PP Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang.

Namanya nyantri, mereka pun tidur dengan fasilitas seadanya seperti kasur lipat, atau bahkan di lantai. Waktu mereka pun banyak dihabiskan untuk beribadah. Ada yang membaca Alquran, ada yang berzikir, ada pula yang mempelajari kitab fiqih.


Pengasuh PP Darul Ulum Kholil Dahlan mengatakan para lansia yang mondok ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak tahun 1930 silam. Kebetulan, para lansia ini adalah jamaah zikir Tarikat Qadiriyah Naksabandiyah yang dipimpin oleh salah satu ulama dari pondok pesantren ini.

"Selama bulan puasa mereka ingin zikirnya disertai ibadah terus-menerus. Mereka tinggal di masjid sehingga bisa mengintensifkan ilmu zikirnya," kata Dahlan kepada wartawan, Rabu (30/5/2018).

Oleh pihak pondok, para lansia ini pun difasilitasi dengan kamar santri yang sudah tidak terpakai. Di dalam ruangan itu juga disediakan lemari-lemari yang bisa dipergunakan untuk menyimpan barang-barang mereka.


Ratusan Lansia Mendadak Santri di PP Darul Ulum JombangFoto: Enggran Eko Budianto

Setiap harinya, lanjut Dahlan, para santri lansia juga bisa menunaikan salat berjamaah di masjid pesantren, lengkap dengan zikirnya. Mereka juga leluasa melaksanakan salat sunah seperti salat Dhuha, Tahajud dan Tarawih.

"Juga kami beri pengajian khusus bentuknya ceramah. Mereka mendengarkan, kalau kurang faham ada tanya-jawab," ujarnya.

Ditambahkan Dahlan, selain dari Jombang, lansia-lansia ini juga datang dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur seperti Mojokerto dan Kediri. Bahkan ada pula yang datang dari Pulau Kalimantan dan Sumatera.


Untuk mengikuti pesantren kilat ini, pihak pondok tidak memungut biaya kepada peserta sama sekali. "Kalau untuk makan, mereka bayar sendiri. Biasanya sudah bawa bekal dari rumah," ungkapnya.

Salah seorang santri lansia, Sholihatin (65) menuturkan, selama di pesantren, tak jarang ia mengikuti pengajian bersama para santri. Namun kondisi itu tak membuatnya minder.

"Untuk cari sangu (bekal, red) buat di akhirat. Mudah-mudahan amalnya diterima Allah SWT," tandasnya. (lll/lll)