BI Malang Siapkan Rp 3,9 Triliun Hadapi Lebaran

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 24 Mei 2018 13:49 WIB
Foto: Muhammad Ridho
Malang - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang menyiapkan uang tunai hingga Rp 3,9 triliun untuk kebutuhan menghadapi lebaran. Kepala KPw BI Malang Dudi Herawadi menyatakan, pada periode Ramadan hingga lebaran umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai sebagai dampak dari peningkatan transaksi di masyarakat.

"Kami siap memenuhi kebutuhan uang tunai untuk masyarakat dalam menghadapi Ramadan sampai lebaran nanti," kata Dudi pada wartawan, Kamis (24/5/2018).

Layanan kas selama periode tersebut disiapkan, baik melalui jaringan kantor Bank Indonesia maupun jaringan perbankan. BI berupaya memadukan layanan pembayaran tunai dan nontunai dalam rangka mewujudkan less-cash society.

Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan peritel agar semakin sering menggunakan instrumen pembayaran non tunai sebagai alternatif uang tunai.

Dudi mengatakan rata-rata historis di KPwBI Malang selama 5 tahun (2013-2017) peningkatan outflow periode Ramadan-Idulfitri mencapai 14,2 persen per tahun.


Khusus periode Ramadan dan Idul Fitri 2018 diperkirakan kebutuhan akan uang tunai (outflow) di wilayah kerja KPw BI Malang (Wilayah Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo) meningkat sebesar 14 persen yakni menjadi Rp 3,9 triliun dibandingkan periode 2017 yang sebesar Rp 3,5 triliun.

Peningkatan kebutuhan uang tunai tersebut antara lain dipengaruhi oleh tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan ke pecahan Rp 100.000. Juga dipengaruhi oleh kebijakan penambahan libur dan cuti bersama selama 3 (tiga) hari kerja pada tanggal 11, 12, dan 20 Juni 2018 sehingga total hari libur menjadi 12 hari.

Serta keputusan pemerintah dalam kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparat Sipil Negara dan pensiunan, serta pelaksanaan Pilkada secara serentak pada tanggal 27 Juni 2018 yang bersamaan dengan periode Idul Fitri.

BI Malang dan perbankan sepakat untuk melakukan layanan penukaran uang pecahan kecil di pusat keramaian maupun di kantor bank yang telah bekerjasama dengan BI untuk menghindari potensi munculnya penukaran uang secara ilegal dan risiko uang palsu.

Untuk penukaran uang di kantor jaringan perbankan, dapat dilakukan di 74 kantor bank umum dan 50 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo.

Kegiatan penukaran uang baik melalui kantor bank yang telah bekerjasama dengan BI maupun melalui kegiatan kas keliling yang akan dilayani oleh 14 kendaraan akan dimulai sejak 28 Mei sampai 8 Juni 2018 pada hari kerja.


Untuk layanan perbankan disesuaikan dengan jam operasional dan ketentuan masing-masing bank.

Untuk penukaran uang melalui kas keliling di Kota Malang, akan dipusatkan di lapangan parkir GOR Gajayana (Mall Olympic Garden) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kantor Perwakilan BI Malang mengimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi baik yang dilakukan oleh BI, perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih.

BI juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan menggunakan uang. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian dan merawat uang dengan baik.

"Layanan uang kartal pecahan kecil penting untuk masyarakat yang merayakan Lebaran. Selain itu, layanan itu juga penting untuk mengurangi risiko beredarnya uang palsu serta selisih pada penukaran yang dilakukan oleh institusi maupun orang pribadi di luar perbankan dan BI serta lembaga yang ditunjuk oleh BI," ujarnya.

Karena itulah, BI Malang akan berkonsentrasi melakukan layanan penukaran uang kartal pecahan kecil di daerah-daerah yang massif ada kegiatan penukaran yang dilakukan nonperbankan dan BI serta lembaga yang ditunjuk BI, seperti di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. (iwd/iwd)