DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 12:33 WIB

Nunggu Sahur Sambil Judi, Langsung Semburat Didatangi Polisi

Ghazali Dasuqi - detikNews
Nunggu Sahur Sambil Judi, Langsung Semburat Didatangi Polisi Pejudi yang dibawa ke Polres Situbondo (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo - Apa jadinya jika saat asyik menunggu sahur sambil berjudi tiba-tiba digerebek polisi. Jawabannya, tentu kaget bukan kepalang hingga lari ketakutan. Begitulah yang dialami sejumlah orang, saat asyik berjudi dadu, di dekat areal persawahan di Desa/Kecamatan Mlandingan, Selasa (22/5/2018) dini hari tadi.

Warga yang berkerumun di arena judi itu langsung semburat kabur, saat sejumlah personel Satuan Sabhara Polres Situbondo datang menggerebeknya. Mereka berlarian ke arah areal persawahan, bahkan sebagian masuk ke dalam lumpur sawah. Namun upaya mereka banyak yang sia-sia, karena polisi sudah mengepung lokasi perjudian tersebut.

Setelah sempat terjadi kejar-kejaran, sebanyak 7 orang diamankan. Termasuk bandar judi dadu bernama Hanafi (55), warga Kecamatan Mlandingan. Mereka yang ditangkap langsung digiring ke Polres Situbondo, bersama sejumlah barang bukti yang diamankan. Mulai dari peralatan judi dadu, uang tunai Rp 673 ribu, hingga sejumlah HP.

"Penggerebekan arena judi dadu ini bagian dari Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat). Kami menyikapi pengaduan masyarakat, yang resah dengan arena judi ini. Karena kadang ada anak kecilnya. Alhamdulillah 7 orang berhasil diamankan, termasuk bandarnya," kata Kasat Sabhara Polres Situbondo AKP M Hasanuddin.


Bahkan ada pejudi yang terjerembab kena lumpur sawah Bahkan ada pejudi yang terjerembab kena lumpur sawah (Foto: Ghazali Dasuqi)

Dari pengamatan detikcom, saat digelandang ke Polres Situbondo, sebagian pejudi itu masih belepotan lumpur sawah. Tak hanya bagian kakinya saja, di antara wajah pejudi itu juga ada yang tertutup lumpur. Bahkan, si bandar Hanafi tiba di polres dalam keadaan hanya mengenakan celana dalam. Dia pun terpaksa dipinjami jaket milik rekannya untuk menutupi bagian depannya.

"Sarung saya lepas di tengah sawah saat kabur tadi pak. Saya baru buka sekitar 3 harian di sana. Biasanya mulai pukul 12 malam sampai jam 4 subuh," tutur Hanafi.

Penggerebekan arena judi dadu itu memang cukup seru. Sejumkah personel Satuan Sabhara dilibatkan, baik berpakaian dinas maupun preman. Sebelum dilakukan tindakan penggerebekan, sebagian personel berpakaian preman sengaja disusupkan ke arena judi dan menyamar jadi pejudi.

"Selain bandar, dari 7 orang yang diamankan itu sebagian mengakui kalau ikut berjudi. Ada juga yang berdalih hanya menonton. Kami akan serahkan kasus ini ke Satuan Reskrim biar dialami," tandas Hasanuddin.

Sebanyak 7 orang tadi, masing-masing Hanafi (55) sebagai bandar, dan tiga orang penjudi yakni Rasidi (36), Kari (38), keduanya warga Kecamatan Mlandingan, serta Untung (40), asal Kecamatan Besuki. Sementara 3 orang lainnya mengaku hanya menonton sambil menunggu sahur. Mereka adalah Satra (73), Abdus Somad (45), keduanya warga Kecamatan Mlandingan, serta Subhan (39), warga Kalimas Kecamatan Besuki.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed