Pengelolaan Limbah Medis di Kabupaten Malang Disoal

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 08 Mei 2018 15:29 WIB
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Pengelolaan limbah medis mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3) di Kabupaten Malang, dinilai buruk. Diharapkan, ada sistem pengelolaan yang baik. Karena limbah B3 bisa berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Darmadi, melihat, pengelolaan limbah medis yang sekarang berjalan, terkesan asal-asalan.

Padahal, volume limbah medis cukup besar, berasal dari puskesmas yang tersebar di 33 kecamatan. "Selama ini belum dikelola dengan baik, padahal limbah B3 sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan," terang Darmadi kepada wartawan, Selasa (8/5/2018).

Tercatat, ada sebanyak 35 puskesmas di wilayah Kabupaten Malang. Selain itu, terdapat 398 Polindes juga beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) dan rumah sakit.

"Sejumlah indikasi limbah medis yang pengelolaannya belum sesuai dengan standar telah ditentukan. Diantaranya, cara penyimpanan sementara limbah medis di masing masing puskesmas, pengumpulan dan pengelolaan tidak dilakukan dengan baik, termasuk pengangkutannya," ungkap Darmadi.

"Selama ini limbah begitu saja dikumpulkan dan diangkut menggunakan mobil ambulance menuju rumah sakit, yang sudah memiliki pengelolaan limbah B3. Tidak dilakukan secara khusus, padahal rumah sakit yang sudah memiliki pengelolaan, terbatasi daya tampungnya," sambungnya.

Diungkapkan, limbah berbahaya hanya disimpan serta dibawa secara asal-asalan tanpa mengacu kepada aturan yang ditentukan.

Semestinya, ada lokasi khusus yang menampung. Sebelum dilakukan distribusi yang ditentunya mengedepankan syarat yang diberlakukan.

"Kami sering sampaikan saat pandangan umum fraksi. Tetapi eksekutif (Pemkab Malang), terus beralasan terbatasnya anggaran untuk merealisasikannya," beber anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Karena itu, DPRD menilai penanganan limbah B3 dari seluruh puskesmas, puskesmas pembantu, polindes dan sejumlah rumah sakit, belum sesuai dengan aturan yang diberlakukan.

Padahal, jika Pemkab Malang mampu mengelola sampah medis dengan serius justru akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tidak mengancam lingkungan serta kesehatan masyarakat.

"Selama ini limbah hanya di kumpulkan pada masing-masing instansi dan diambil oleh pihak lain asal Mojokerto yang memang ditunjuk secara resmi mengelola limbah B3," ujarnya. (bdh/bdh)