3,2 Kg Sabu Asal Malaysia Gagal Masuk ke Madura

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 05 Mei 2018 01:11 WIB
Ahmadi dengan sabu yang dibawanya dari Malaysia (Foto: istimewa)
Surabaya - Masuknya sabu ke Madura kembali digagalkan. Petugas BNNP Jatim mengamankan seorang pria yang hendak membawa 3,2 kg sabu asal Malaysia masuk ke Madura.

Pelaku adalah Ahmadi (35), warga Panejelin, Sokanbana Daya, Sampang. Ahmadi diamankan Jumat (4/5/2018) sekitar pukul 17.00 WIB di pintu masuk Jembatan Suramadu.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Candra menjelaskan jika sabu yang dibawa Ahmadi berasal dari Johor Malaysia kemudian dibawa ke Dumai, Riau.

"Dari Johor ke Dumai dibawa dengan mengunakan boat pancung pada tanggal 29 April," kata Wisnu saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/5/2018).

SesampaInya di Dumai, sabu tersebut kemudian dibawa mengunakan jalur darat menuju Jakarta hingga ke Surabaya. "Kemudian secara estafet dibawa dengan mengunakan bus jurusan Surabaya," kata Wisnu

Petugas yang memperoleh info akhirnya melakukan pengintaian dan akhirnya mengamankan Ahmadi saat hendak masuk pintu tol Suramadu.


Rice cooker yang digunakan menyembunyikan sabuRice cooker yang digunakan menyembunyikan sabu (Foto: istimewa)

"Setelah kami amankan. Tas berwarna biru tersebut kami geledah. Ada tiga bungkus plastik kristal (sabu) dengan berat masing 597, 614 gr dan 504 gram di dalamnya," ujar Wisnu.

Setelah menemukan tas berwarna biru berisi sabu, petugas melakukan pengeledahan barang bawaan milik Ahmadi.

"Itu bukti permulaan yang kami rasa cukup. Maka kami bawa ke kantor. Setelah kami lakukan interogasi," Ungkap Wisnu.

Tim penyidik BNNP Jatim akhirnya melakukan pengeledahan barang yang dibawa Ahmadi, termasuk sebuah rice cooker. "Kami temukan rice cooker. Setelah dibongkar ternyata ada empat bungkus sabu yang di lilitkan di bawahnya seberat 1,5 Kg," kata Candra.

"Kami akan dalami kasus ini. Untuk mengungkap jaringannya," ungkap Candra.

Dengan kejahatan yang dilakukan oleh Ahmadi akan dijerat dengan Pasal 114 (2) Jo Pasal 112 (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (iwd/iwd)