DetikNews
Selasa 17 April 2018, 15:49 WIB

Ini Aktivitas Mencurigakan Guru Tari Jaranan yang Cabuli 10 Anak

Adhar Muttaqin - detikNews
Ini Aktivitas Mencurigakan Guru Tari Jaranan yang Cabuli 10 Anak Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang pemain kesenian jaranan terhadap 10 orang anak di bawah umur di Trenggalek menggegerkan warga.

Kepala Dusun Karangtengah, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Rokhim, mengatakan sebelum kasus tersebut mencuat, warga seringkali melihat aktivitas puluhan anak-anak SD dan SMP berkumpul di rumah pelaku HM (41).

"Jumlahnya itu lumayan banyak, jadi setiap hari mereka terus-menerus seperti bergiliran. Satu kelompok pergi satu kelompok lagi datang. Itu terjadi mulai dari siang hingga malam hari," tutur Rokhim kepada detikcom, Selasa (17/4/2018).

Banyaknya anak-anak yang bergantian datang di rumah HM membuat warga yang ada di sekitarnya merasa resah, sebab anak-anak itu berada di rumah HM hingga larut malam.

"Kami tahunya mereka hanya berkumpul, tapi tidak tahu waktu. Pernah kami ingatkan, namun alibi dari pemilik rumah katanya anak-anak tersebut tidak mau disuruh pulang," lanjut Rokhim.


Selain aksi kumpul-kumpul, warga juga mendapat informasi jika aktivitas sejumlah pelajar tersebut adalah berlatih kesenian jaranan, namun lokasi latihan tidak di rumah HM, melainkan di desa sebelah.

"Anak-anak itu laki-laki dan perempuan dan mereka rata-rata dari luar desa, bahkan banyak juga yang berasal dari Kecamatan Bandung, Tulungagung," imbuh Rokhim.

Puncaknya tiga hari yang lalu, warga yang resah terhadap kegiatan tersebut akhirnya melakukan penggerebekan. Ini karena warga sempat curiga mereka melakukan tindakan melanggar hukum, termasuk pesta seks maupun pesta minuman keras.

Namun kala itu kecurigaan warga belum berhasil dibuktikan. "Saat itu ada sekitar 21 anak yang kami sempat amankan dari lokasi dan kemudian kami bawa ke Polsek Gandusari untuk dilakukan pembinaan," kata Rokhim.

Hari ini Satreskrim Polres Trenggalek telah menetapkan HM yang sehari-hari juga bekerja di penggilingan padi itu sebagai tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur.


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed