DetikNews
Selasa 10 April 2018, 12:11 WIB

Tiap Puskesmas di Ponorogo Sudah Siap Tangani ODGJ Ngamuk

Charolin Pebrianti - detikNews
Tiap Puskesmas di Ponorogo Sudah Siap Tangani ODGJ Ngamuk Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Usai maraknya kasus orang yang diduga mengalami gangguan jiwa dan menyerang ulama di Jawa Timur, Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo memiliki gagasan untuk mengantisipasi terjadinya insiden serupa.

Kepala Dinsos Ponorogo, Soemani mengatakan pihaknya telah menyiapkan tenaga perawat beserta obat-obatan khusus yang dibutuhkan untuk memberikan pertolongan pertama pada orang dengan gangguan jiwa di puskesmas-puskesmas.

"Pemerintah punya program di setiap puskesmas ada tenaga bahkan ada obat, apabila keadaan darurat orang dengan gangguan jiwa ini bisa tertangani terlebih dahulu," tutur Soemani saat ditemui di kantornya, Jalan Budi Utomo, Selasa (10/4/2018).

Namun, lanjut Soemani, jika tidak bisa tertangani di puskesmas, orang dengan gangguan jiwa tersebut dapat langsung dibawa ke kantor Dinsos untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit jiwa, baik di Menur, Surabaya atau di Lawang, Malang.

"Nanti setelah tiga bulan menjalani perawatan dibawa ke tempat penampungan di Caruban," jelasnya.


Selama di tempat penampungan, orang dengan gangguan jiwa tersebut juga diberi pelatihan, mulai dari membuat keset, sapu ataupun kemoceng. Pelatihan ini diberikan agar saat keluar, mereka dapat membaur di tengah masyarakat dan mendapatkan penghidupan yang layak.

"Kami juga menyiapkan calon pendamping yang juga akan diberi pembekalan," tukas Soemani.

Calon pendamping ini berasal dari keluarga orang dengan gangguan jiwa tersebut, yang fungsinya mengawasi setiap pergerakan dan aktivitas mereka. "Karena kalau tidak diawasi, orang dengan gangguan jiwa yang sudah waras bakal kembali lagi," imbuhnya.

Selain adanya calon pendamping dari keluarga, Dinsos juga menyiapkan pendamping lain yang akan membantu memantau perkembangan si pasien.

Soemani pun berharap dengan adanya perhatian khusus dari Pemkab Ponorogo terkait penanganan orang dengan gangguan jiwa, tidak akan ada kasus orang gila menyerang ulama atau pondok pesantren, terutama di kota Reog.

"Masyarakat bisa hidup aman dan nyaman. Kalau ada orang dengan gangguan jiwa yang mengamuk langsung lapor ke Puskesmas terlebih dahulu," imbau Soemani.


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed