DetikNews
Selasa 27 Maret 2018, 22:30 WIB

BI Sosialisasikan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
BI Sosialisasikan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Banyuwangi Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Bank Indonesia (BI) Jember menggelar sosialisasi program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Banyuwangi. Akhir Maret mendatang, pengganti kartu ATM ini akan didistribusikan ke bank-bank yang telah mendapatkan izin penerbitan.

GPN merupakan terobosan dalam rangka menghapus sekat-sekat yang selama ini diciptakan melalui peraturan dari masing-masing bank, di mana untuk mengakses kebutuhan perbankan maupun transaksi hanya bisa dilakukan pada bank yang sama.

Melalui GPN, pemilik kartu debit bank tertentu bisa bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) atau perangkat electronic data capture (EDC) bank lain. Pemersatu semua proses transaksi antarbank itu nantinya adalah sebuah logo GPN berupa burung garuda berwarna merah yang disematkan di tiap kartu debit dan kartu uang elektronik

Asisten Direktur Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Irwan Daud mengatakan kartu berlogo garuda merah itu bisa diterima di mesin ATM atau device atau edisi lintas bank. Manfaatnya, nasabah bank tidak harus mencari mesin ATM yang sesuai dengan banknya untuk melakukan transaksi.


"Logonya sudah kita rancang, kami berharap logo ini bisa membuat akseptasi dari masyarakat itu bisa yakin. Kartu ini diproses secara domestik," kata Irwan kepada wartawan, usai acara sosialisasi GPN, di hall Hotel Santika Banyuwangi, Selasa (27/3/2018).

Untuk mendapatkan manfaat itu, nasabah dikenakan Merchant Discount Rate (MDR) yang nilainya merupakan prosentase dari besar nilai transaksi.

Untuk yang transaksi on us atau di mesin ATM bank yang sesuai dengan kartunya, dikenakan tarif 0,15 persen. Sementara untuk transaksi off us atau di mesin bank lain dikenakan 1 persen dari nilai transaksi.

"Jadi ada mekanisme dimana nasabah datang ke kantor bank untuk melakukan penggantian kartu domestik," lanjut Irwan.

Ia juga menjelaskan bank-bank pasti membutuhkan waktu dalam melakukan pergantian kartu debit nasabah. Untuk itu penggantian kartu akan dilakukan terus secara bertahap.

"Ini juga punya rentang waktu, bukan berarti harus terburu-buru. Karena melihat ketersediaan kartu di bank masing-masing," pungkasnya.


(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed