DetikNews
Selasa 27 Maret 2018, 22:17 WIB

Ini Kronologi Peredaran Rupiah dan Dolar Singapura Palsu Rp 2,6 M

den - detikNews
Ini Kronologi Peredaran Rupiah dan Dolar Singapura Palsu Rp 2,6 M Kasus uang palsu diungkap palsu (Foto: Deni Prasetyo Utomo)
Surabaya - 11 Tersangka diamankan dalam kasus uang palsu (upal) yang diungkap polisi. Bagaimana para pelaku tertangkap dan bagaimana upal pecahan rupiah dan dolar Singapura itu bisa beredar?

Upal rupiah terdiri dari 916 lembar pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 91,6 juta. Sedangkan upal dolar Singapura terdiri dari 28 lembar pecahan SG$ 10.000 yang jika dikurskan ke rupiah mencapai Rp 2,5 miliar. Total upal tersebut bila dirupiahkan senilai RP 2,6 miliar.

Kasus ini berawal saat polisi mengamankan dua tersangka yakni Shalehodin Hares dan Ridwan Setiawan di SPBU Kedurus di Jalan Mastrip. Saat itu Shalehodin hendak membeli upal tersebut dari Ridwan. Shalehodin membeli Rp 5 juta upal milik Ridwan dengan harga Rp 3 juta.

"Kami amankan dua orang yang sedang melakukan transaksi upal di sebuah SPBU di Kedurus," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan kepada wartawan, Selasa (27/3/2018).

Dari tasShalehodin, polisi menemukan 319 lembar upal pecahan Rp 100 ribu. Sedang di dalam dompetnya juga ditemukan dua lembar upal pecahan 10.000 dolar Singapura. Kepada polisi,Ridwan mengatakan mendapatkan upal tersebut dari BudiHartono (32), wargaLamongan danHafidSulaiman (55), wargaSitubondo. Setelah diamankan,Hafid danSulaiman mengaku mendapatkan upal dariSubagyo (70), wargaSitubondo.

Dari tersangka Subagyo polisi menemukan upal senilai Rp 35 juta. Subagyo mengaku upal itu dibelinya dari Kholifatul Wasil (57), warga Jember seharga Rp 5,5 juta. Polisi kemudian mengamankan Kholifatul dengan barang bukti upal sebanyak 597 lembar pecahan Rp 100 ribu. Kholifatul mengaku mendapatkan uang tersebut dari Ahmad orang suruhan Agus yang saat ini masih buron.

Polisi kemudian menyelidiki uang dolar Singapura yang ditemukan di dompet Shalehodin. Ternyata Shalehodin mendapatkan upal dolar Singapura itu dari Sunaryo. Sunaryo memberikan upal tersebut kepada Shalehodin sebagai jaminan atas utang Rp 50 jutanya.

Sunaryo yang tertangkap mengatakan bahwa upal dolar Singapura itu didapatkannya dari Sartiatun (35), warga Klaten. Ada 44 lembar upal dolar Singapura yang oleh Joko dijual kepada M Joko Suherding seharga Rp 2i juta. Joko menjual upal tersebut kepada Slamet Riyadi. Slamet menjual upal itu kepada Sutris.

"Cetakan upal ini cukup baik tapi perbedaannya hanya pada kualitas kertas. Kertas uang asli lebih bagus dari pada kertas upal," kata Rudi.

Rudi menambahkan saat ini pihaknya masih menelusuri dan menyelidiki siapa pembuat upal tersebut. "Kami menyelidiki dari mana uang palsu ini dibuat dan dari mana asalnya," tandas Rudi.

Para tersangka dijerat pasal 245 KUHP Jo Pasal 36 ayat (2),(3) UU RI no 7 Tahun 2011 tentang peredaran uang palsu.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed