DetikNews
Selasa 27 Maret 2018, 17:26 WIB

Kisah Sedih Sukeri dengan Wajah yang Tertutup Tumor

Charolin Pebrianti - detikNews
Kisah Sedih Sukeri dengan Wajah yang Tertutup Tumor Sebagian wajah Sukeri telah tertutup tumor. (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Sukeri (50) terlihat tengah duduk di pintu dapur rumahnya. Tangannya dengan cepat mengupas ketela. Nampaknya ia hendak memasak ketela untuk sekedar mengganjal perutnya yang lapar.

Setelah didekati, sebagian wajah Sukeri ternyata tertutup tumor. Bahkan mata dan telinga sebelah kirinya sudah tidak bisa berfungsi seperti sediakala.

"Awalnya sebesar biji kedelai, lama-kelamaan makin besar hingga menutup seperti sekarang," tutur Sukeri tentang tumor di wajahnya saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (27/3/2018).

Sukeri mengaku sejak kecil tidak bersekolah sehingga ia tidak tahu persis sejak kapan tumor ini bersarang di tubuhnya. "Pokoknya sejak kecil sudah ada benjolan. Sempat dioperasi dua kali di RSUD Dr Soetomo Surabaya, tapi makin membesar," jelas Sukeri.

Tak hanya itu, di sekujur tubuh anak terakhir dari tujuh bersaudara ini juga ditemukan banyak benjolan kecil. Namun diakui Sukeri, benjolan terbesar adalah yang menutupi wajahnya saat ini.

"Tumor ini tidak sakit, cuma kadang saya suka pusing," imbuhnya.

Kisah Sedih Sukeri dengan Wajah yang Tertutup TumorSukeri hanya tinggal seorang diri. (Foto: Charolin Pebrianti)

Saat ini yang dikeluhkan Sukeri justru bagian kakinya. Ia merasa kakinya sering sakit, terutama di bagian telapak kaki. "Saat berjalan kadang gitu sakit, saya tidak tahu sakit apa. Mau periksa ke Puskesmas takut, jadi cuma saya minumi obat yang dijual di toko," tandas Sukeri.

Semenjak ditinggal ibunya pada tahun 2017 lalu, Sukeri pun tinggal sendiri. Meski area rumahnya tergolong luas namun kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak genteng dan dindingnya mulai bocor. Bahkan di dalam rumahnya tidak ditemukan perabotan. Hanya ada selembar tikar yang ia gunakan sebagai alas tidur sekaligus tempat menerima tamu.

"Saya tidak punya kasur. Hanya pakai tikar ini tidur di belakang," ujar Sukeri.

Dulu saat masih muda Sukeri mengaku bekerja sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun sejak beberapa hari terakhir ia mengeluhkan tidak kuat lagi bekerja. "Saya sering merasa tidak kuat bekerja, jadi saya di rumah saja," papar Sukeri.

Warga Dusun Guwolandak, Desa Siwalan, Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo ini memang tidak menikah. Tak ayal di usia senjanya Sukeri pun hanya tinggal sendiri dan tidak ada yang merawat.

Meski begitu raut muka Sukeri selalu menunjukkan rasa senang tiap kali ada tamu yang datang. "Saya selalu merasa bersyukur, meski kekurangan tidak masalah. Asal ada yang dimakan sudah tidak apa-apa," ungkapnya.

Semenjak mengalami sakit tumor ini, Sukeri tidak pernah makan daging maupun telur karena takut tumornya semakin membesar. Setiap hari ia hanya makan daun singkong atau daun kenikir untuk diolah sebagai lauk. "Kadang ketela, kadang daun-daunan itu. Saya makan apa saja asal halal," pungkasnya.


(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed